Polisi Ungkap Kasus Penjualan Senpi, Delapan Orang Ditangkap

  • Whatsapp

Ambon, SNI.ID : Polresta Pulau Ambon berhasil menangkap dua oknum anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease dan enam orang lainnya karena kerap menjual senjata api ilegal. Kasus ini terungkap dari penangkapan tersangka J oleh Polres Bentuni, Polda Papua Barat.

Penangkapan tersangka J beserta barang bukti beruapa, 1 buah senjata laras pe dek, 1 senjata laras penjang (Rakitan) dan 60p butir amunisi. Dari hasil penyelidikan itu, penangkapan didapatkan Kota ambon.

Bacaan Lainnya

“Sudah hampir sebagian besar tersangka ditangkap. Kepimilikan laras panjang SSI, penyelidikan kami menemukan, diperoleh oknum Anggota Polri atas nama, SAP alias S dijual ke sudara J dia belih dari masyatajat seharga 6 juta dan dijual ke J seharga 20 juta. Untuk revolver dimiliki oleh tetsangka MRA yang didapatkan dari mitra lain, dalam pengembangan. Dia jual ke SM dan diserahkan ke Sudara J,” jelas Kapolresta kepada wartawan dalam releasenya, di Aula Mapolresta Ambon, Selasa (23/2/20).

Ia menambahkan keenam tersangka di ganjar dengan UU Darurat nomor 2 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati, atau seumur hidup dan atau hukuman setinggi-tingginya adalah 20 tahun penjara. Sudahditahan di Rutan Mapolresta Ambon. Pengembangan masih terus dilakukan.

Sementara itu, Komandan Pomdam XVI Pattimura Kolonel CPM Jhony Paul Johannes Pelupessy mengatakan keterlibatan Praka MS dalam penjualan 600 butir amunisi ilegal ke Bintuni Papua, hanya saja dari hasil pemeriksaan yang dilalakukan Praka MS mengaku amunisi yang dijual kepada warga sipil dengan tujuan untuk berburu dan tidak mengetahui, amunisi tersebut akan dijual kembali ke KKB di Papua.

Baca Juga:  Tingkatkan Sinergitas, Pangdam Pattimura Hadiri Acara Malam Kenal Pamit Kapolda Maluku Utara 

Ia menjelaskan hasil pemeriksaan penjualan amunisi ini, praka MS tidak berhubungan langsung dengan KKN, yang bersangkutan berhubungan dengan seseorang berinisial D yang niatnya amunisi digunakan untuk berburu dan tidak tahu akan di bawa ke KKB. Namun perintah Panglima TNI jelas, apapun alasanya yang bersangkutan akan dihukum secara tegas dan dipecat karena perbuatannya tersebut.

“Ratusan amunisi yang diselundupkan Praka MS diperoleh saat latihan menembak. Dimana setiap latihan digelar, Praka MS mengumpulkan amunisi tersebut dan disembunyikan untuk kemudian dijual,”kata Pelupessy.

Menurutnya, amunisi diperoleh saat latihan menembak , memang pemeriksaan dilatihan menembak itu ketat, dimana sebelum masuki area latihan setiap prajurit akan diperiksa untuk memastikan tidak membawa senpi dan amunisi dari luar, begitupun setelah selesai, namun yang bersangkutan ini punya trik sendiri dalam melakukan aksi tersebut, setelah dapat amunisi dia pergi dan sembunyikan di area latihan, nanti malam dia datang kembali untuk mengambilnya.

“Kita tidak begitu percaya akunisi ini didapat dari latihan menembak. Kita juga tidak begitu percaya, jika dia bekerja seorang diri, prinsipnya kita masih terus dalami, apakah ada motif dari tersangka lain dalam kasus ini atau tidak,”tutup Pelupessy. (SNI-02)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *