SNI.ID, SAPARUA : Gereja Kristen Reformasi Indonesia (GEKRIA) Jemaat Solafide Saparua–Tiouw menggelar Musyawarah Jemaat (Musjem) ke-26 Tahun 2026 sebagai wadah evaluasi pelayanan tahun sebelumnya sekaligus penyusunan program kerja gereja untuk tahun pelayanan 2026.
Ketua Sinode GEKRIA, Pdt. Eny Vice Angelica, S.Si.Teol, dalam sambutan yang dibacakan Ketua Majelis Jemaat GEKRIA Jemaat Solafide Saparua–Tiouw, Pdt. Ny. E. L. Polsiary/A, S.Th, menegaskan bahwa Musyawarah Jemaat memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan tujuan pelayanan gereja selama satu tahun ke depan.
Ia mengatakan, setiap program pelayanan yang dirancang harus berangkat dari evaluasi pengalaman pelayanan di tahun sebelumnya, baik suka maupun duka, agar program yang ditetapkan benar-benar membawa dampak positif bagi kehidupan berjemaat, khususnya pertumbuhan iman umat.
“Program pelayanan bukan sekadar daftar kegiatan, tetapi harus memiliki tujuan dan harapan yang jelas serta memberi dampak nyata bagi pertumbuhan iman jemaat,” katanya.
Musyawarah Jemaat ke-26 ini mengusung tema “Pemberdayaan Jemaat dalam Kepemimpinan yang Melayani”, yang berlandaskan firman Tuhan dalam 1 Petrus 4:10. Tema tersebut menekankan pentingnya peran setiap anggota jemaat dalam pelayanan sesuai dengan karunia yang dimiliki.
Menurutnya, kepemimpinan yang melayani bukan berorientasi pada kedudukan atau kekuasaan, melainkan pada kerendahan hati dan kesediaan untuk melayani sesama. Dengan demikian, jemaat akan semakin kuat, penuh kasih, dan mampu menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pemerintahan Negeri Saparua, Jhon Titaley, yang hadir sekaligus membuka Musyawarah Jemaat Solafide ke-26 Tahun 2026, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menyebut Musyawarah Jemaat sebagai agenda tahunan penting untuk mengevaluasi pelayanan gereja tahun 2025 serta menyusun program pelayanan tahun 2026.
Ia berharap Musyawarah Jemaat dapat melahirkan program-program produktif yang berdampak nyata, tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat luas, sehingga mendukung terwujudnya kehidupan yang harmonis dan sejahtera.
Pemerintah Negeri Saparua, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung dan menopang pelayanan GEKRIA Jemaat Solafide Saparua–Tiouw sebagai mitra dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Titaley juga mengimbau seluruh jemaat dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif dan harmonis.
Musyawarah Jemaat Solafide GEKRIA ke-26 diharapkan dapat menjadi momentum penguatan persekutuan, penataan arah pelayanan gereja, serta peneguhan komitmen jemaat dalam melayani Tuhan dan sesama. (*)










