Saniri Negeri Tuhaha: Pemilihan Raja Sudah Sah, Isu Korupsi Jangan Dijadikan Alat Politisasi

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA TIMUR : Saniri Negeri Tuhaha, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, menanggapi secara tegas isu dugaan korupsi yang diarahkan kepada Raja terpilih Yance Sasabone. Dalam pernyataan resmi, Saniri menilai tudingan terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) selama periode 2017–2023 tidak berdasar serta sarat muatan politik.

Ketua Saniri Negeri Tuhaha, Ch. Louhenapessy, menjelaskan bahwa seluruh proses pemilihan Raja telah dilakukan secara demokratis, transparan, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat, panitia, Muspika, serta lembaga Saniri. Kedua calon, termasuk pihak yang kalah, telah menandatangani berita acara sebagai bentuk persetujuan hasil pemilihan.

“Semua tahapan disepakati bersama. Tidak ada masalah dalam proses ini. Kita hanya menunggu pelantikan resmi oleh Bupati Maluku Tengah,” ungkap Louhenapessy kepada wartawan, Selasa (6/5/25).

Selain itu, Wakil Ketua Saniri, Demianus Pollatu menegaskan bahwa selama kepemimpinan Yance Sasabone, pembangunan di Negeri Tuhaha berlangsung dengan baik dan pengelolaan keuangan desa cukup maksimal.

Ia menyebut tuduhan yang tidak dilandasi bukti hukum sebagai bentuk ketidakadilan dan upaya pembusukan karakter.

“Kalau memang beliau bermasalah, masyarakat tidak mungkin memilihnya kembali dengan suara sebesar 70 persen,” tegasnya.

Dukungan serupa datang dari tokoh masyarakat, Leonardo Pettipeiluhu, yang menyatakan bahwa pelantikan Raja merupakan bagian dari proses demokrasi dan tidak dapat dibatalkan hanya berdasarkan isu yang tidak memiliki kekuatan hukum.

“Kalau ada audit resmi, seharusnya dibawa ke jalur hukum, bukan dijadikan alat untuk menyerang secara politis,” ujarnya sembari mengajak masyarakat untuk menjaga suasana damai dan tidak terprovokasi.

Sementara itu Ketua Panitia Pemilihan  KPN Tuhaha Yongki Limba, menambahkan bahwa seluruh tahapan telah disetujui semua pihak dan tidak ada keberatan yang muncul dari para calon maupun panitia.

“Dengan demikian, unsur pemerintahan adat Negeri Tuhaha secara bulat menyatakan dukungan terhadap pelantikan Yance Sasabone sebagai Raja terpilih dan menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan serta tidak terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,”tutupnya.

Baca Juga:  15 Catar Akademi TNI Kodam XV/Pattimura Lolos Seleksi Tingkat Pusat

Redaksi: SNI-TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *