SNI.ID, SUMEDANG – Sebanyak 25 peserta didik Sespimma Polri Angkatan ke-75 Pokjar V melaksanakan Praktik Kuliah Profesi (PKP) di Mapolres Sumedang, Selasa (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis berbagai persoalan tugas kepolisian secara ilmiah, strategis, dan komprehensif, sekaligus menghasilkan rekomendasi inovatif serta aplikatif guna mendukung pelaksanaan tugas Polri Presisi.
PKP diawali dengan doa bersama dan sambutan Wakapolres Sumedang Kompol Sungkowo, S.H., M.H., CPHR.
Selanjutnya kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri yang dibacakan oleh Pawas Pokjar V Kombes Pol Swittanto Prasetyo, S.I.K., M.H.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Pelaksana sekaligus Tim Supervisi Kombes Pol Didit Eko Herwanto dan diikuti 25 personel Polres Sumedang.
PKP kali ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi dan kalangan akademisi, di antaranya Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumedang Ekki Riswandyah, S.K.M., Lektor Universitas Padjadjaran Dr. Emrus, M.Si., Kanit PPA Polres Sumedang Ipda Egi Mega Sriwijaya, S.H., serta Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr. Irma Dewi Gustin.
Selain itu, kegiatan turut didampingi Patun AKBP Dewi Susilo Pangestuti dan Kompol Dedi Hermawan, serta pendamping Bripda Akhmad Luthfi dan Penata Budi.
Mengusung tema “Implementasi Bidang Operasional dan Pembinaan terhadap Tugas Polri”, PKP Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V mengangkat topik utama mengenai sinergitas penanganan perkara persetubuhan dan pencabulan terhadap anak.
Topik tersebut membahas kerja sama antara Polres Sumedang dengan DP3KBP3A Kabupaten Sumedang guna pemenuhan hak anak dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Pembahasan itu kemudian diperdalam melalui Focus Group Discussion (FGD) sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan hukum serta pemenuhan hak anak melalui sinergitas lintas sektor.
Lektor Universitas Padjadjaran, Dr. Emrus, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan FGD yang dinilainya sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Saya pikir ini kegiatan yang luar biasa. Teman-teman sedang melaksanakan pendidikan, tetapi mampu membuat kegiatan FGD dengan topik yang menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum, namun juga mendengar masukan dari berbagai kalangan terkait penanganan kekerasan seksual terhadap anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergitas antarinstansi menjadi hal penting agar penanganan kekerasan seksual terhadap anak dapat dilakukan secara maksimal.
“Perlu adanya sanksi tegas terhadap pelaku kejahatan seksual serta perlindungan maksimal terhadap korban yang notabenenya anak-anak, karena anak-anak adalah masa depan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, peserta didik Pokjar V Sespimma Polri Angkatan 75, Jevri Hengki Jeremia, mengatakan FGD tersebut memberikan banyak pemahaman terkait koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan di lapangan.
“Ini menjadi langkah awal dan bekal bagi kami di kewilayahan masing-masing nantinya, agar pelaksanaan tugas lebih maksimal dalam mewujudkan harkamtibmas yang kondusif. Kami berharap topik yang dibahas dalam FGD ini menjadi ilmu dan pemahaman yang dapat menjadi acuan dalam peningkatan kinerja sebagai anggota Polri,” ungkapnya.
Melalui kegiatan PKP dan FGD itu, diharapkan sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak, khususnya dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak secara profesional, humanis, dan berkeadilan.










