SNI.ID, SAPARUA TIMUR : Pemerintah Negeri Administratif Mahu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode I tahun 2026 kepada warga penerima manfaat, Kamis (28/5/2026).
Penyaluran bantuan yang mencakup periode Januari hingga Maret 2026 itu diprioritaskan bagi warga lanjut usia (lansia) dan jompo yang menderita sakit menahun.
Pemerintah Negeri Admn. Mahu, Lawalata mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah negeri terhadap masyarakat rentan.
“Penerima bantuan diprioritaskan bagi warga lansia atau jompo yang mengalami sakit menahun, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah negeri,” kata Lawalata.
Ia menjelaskan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima BLT-DD tahun ini sebanyak 10 KPM.
Jumlah tersebut telah disepakati bersama Pemerintah Negeri dan Badan Permusyawaratan Negeri (BPN) Negeri Admn. Mahu melalui Musyawarah Negeri (Musneg).
Menurut Lawalata, secara umum besaran BLT-DD tahun 2026 sebesar Rp300 ribu per bulan.
Namun, nominal bantuan disesuaikan berdasarkan hasil Musneg dan kondisi anggaran di masing-masing wilayah.
“Untuk Negeri Admn. Mahu, setelah dilaksanakan Musneg, bantuan yang disalurkan sebesar Rp200 ribu per bulan,” ujarnya.
Dengan demikian, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp600 ribu untuk periode Januari hingga Maret 2026.
Lawalata mengungkapkan, penyesuaian jumlah bantuan dan penerima manfaat dilakukan akibat berkurangnya pagu Dana Desa tahun 2026.
Akibatnya, jumlah penerima manfaat berkurang dari sebelumnya 12 KPM menjadi 10 KPM.
Selain itu, nominal bantuan yang diterima warga juga mengalami penyesuaian.
Dalam proses penyalurannya, pemerintah negeri menyerahkan bantuan secara langsung kepada masing-masing penerima manfaat.
“Kami memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Pemerintah Negeri Admn. Mahu berharap penyaluran BLT-DD tersebut dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat penerima manfaat, khususnya warga yang berada dalam kondisi rentan.










