SNI.ID, SAPARUA : Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Pulau-Pulau Lease menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa sekolah melalui Program Peduli Pendidikan. Program ini bertujuan meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.
Ketua AMGPM Daerah Lease, Jenly Latuhamallo, mengatakan bahwa program tersebut merupakan realisasi program kerja Bidang II AMGPM yang secara konsisten berfokus pada pelayanan sosial dan pendidikan. Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada 10 siswa dari 10 cabang AMGPM yang berada di wilayah Daerah Lease, dengan masing-masing cabang diwakili satu orang siswa.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu (7/2/2026).
“Karena di AMGPM Daerah Lease terdapat 10 cabang, maka setiap cabang mendapatkan satu siswa penerima bantuan. Untuk penyaluran awal, kami dahulukan di Cabang Ebed,” ujar Latuhamallo.
Di Cabang Ebed, bantuan pendidikan disalurkan kepada Ipan Tamaela dan Bunga Tamaela, cucu dari Oma Fransina Tamaela yang berada dalam pelayanan Ranting 5 Cabang Ebed, Dusun Perat, Negeri Haria. Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah, sepatu, tas, serta perlengkapan tulis-menulis.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua AMGPM Daerah Lease Jenly Latuhamallo bersama Ketua Bidang II Emil Riupassa dan Ketua AMGPM Cabang Ebed Selma Seleky, serta didampingi pengurus AMGPM Daerah Lease dan pengurus AMGPM Cabang Ebed.
Menurut Latuhamallo, program Peduli Pendidikan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat bahwa pendidikan tetap harus diutamakan dalam kondisi apa pun.
“Sesulit apa pun keadaan yang dihadapi keluarga, pendidikan tetap menjadi kebutuhan utama bagi masa depan anak-anak. Semua anak berhak menikmati pendidikan secara layak,” katanya.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh Camat Saparua, Kapolsek Saparua, Danramil 1504-03/Saparua, pendamping Dinas Sosial Kecamatan Saparua, serta unsur Pemerintah Negeri Haria.
Selain penyaluran bantuan pendidikan, AMGPM Daerah Lease juga mengikuti doa bersama dalam rangka pekerjaan pembangunan rumah sementara bagi keluarga Oma Fransina Tamaela sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial. (*)










