SNI.ID, AMBON : Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara menyerap hasil panen petani di wilayah Waenetat, Pulau Buru, Maluku, berupa beras sebanyak 144.600 kilogram dan gabah kering panen (GKP) 1.937.209 kilogram hingga Senin (23/2/2026).
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Rudy Sanawi Taher, mengatakan penyerapan tersebut dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah, sekaligus memastikan hasil panen petani terserap optimal pada musim panen tahun ini.
Menurut Rudy, wilayah Waenetat di Pulau Buru merupakan salah satu sentra produksi padi di Maluku sehingga menjadi prioritas dalam kegiatan penyerapan Bulog. Gabah dan beras yang dibeli dari petani selanjutnya akan melalui proses pemeriksaan mutu sebelum masuk dalam cadangan beras pemerintah.
“Penyerapan ini bagian dari upaya Bulog memperkuat stok beras di wilayah Maluku dan Maluku Utara, sekaligus memberi kepastian pasar bagi petani agar harga gabah tetap stabil di tingkat produsen,” ujar Rudi dalam releasenya kepada media, Senin (23/2/26).
Ia menambahkan, kegiatan penyerapan akan terus dioptimalkan selama musim panen masih berlangsung di Pulau Buru. Bulog juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra penggilingan padi untuk mempercepat serapan gabah petani sehingga tidak terjadi penumpukan hasil panen di lapangan.
Selain untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah, beras hasil serapan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan distribusi program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta kebutuhan bantuan pangan di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Bulog memastikan seluruh gabah dan beras yang diserap memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, baik dari sisi kadar air maupun derajat sosoh, sehingga layak disimpan sebagai stok cadangan dan didistribusikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan.










