SNI.ID, SAPARUA : Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 02 Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, resmi diluncurkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peresmian berlangsung di halaman Kantor SPPG 02 Kecamatan Saparua, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Maluku Tengah Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Zahlul Ikhsan yang mewakili Bupati Maluku Tengah, serta sejumlah unsur terkait seperti Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua, Danramil Kodim 1504-03/Saparua, Kasubsektor Saparua Timur, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Maluku, dan pihak lainnya.
Launching operasional SPPG 02 ditandai dengan pengguntingan pita serta penyerahan kunci oleh mitra SPPG, Yayasan Generasi Emas Maluku Tengah. Setelah itu, rombongan melakukan peninjauan dapur SPPG.
Kepala Regional SPPG BGN Provinsi Maluku, Imran Wali Rahakbauw, mengatakan program MBG telah berjalan sejak awal dengan melibatkan personel yang lebih dulu mendapatkan pelatihan khusus.
Ia menyebut pelatihan tersebut mencakup pelatihan militer selama tujuh bulan, kemudian dilanjutkan empat bulan pembentukan nasionalisme dan disiplin.
Imran juga menekankan pentingnya pendampingan hukum dalam pelaksanaan program MBG.
“Sejak awal program telah bekerja sama dengan Kejaksaan guna memastikan pengelolaan dan penggunaan anggaran SPPG berjalan transparan,”tekannya.
Imran juga menjelaskan baru-baru ini Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen telah mengeluarkan kebijakan terkait pengawasan terhadap SPPG.
Ia mengapresiasi peran mitra dan yayasan yang mendukung program tersebut, sebab hingga saat ini pembangunan dapur SPPG masih banyak dilakukan oleh pihak mitra, bukan langsung oleh negara.
Di Provinsi Maluku, kata Imran, terdapat sekitar 103 SPPG yang melayani kurang lebih 150 ribu penerima manfaat. Ia menyebut Maluku Tengah menjadi salah satu daerah dengan jumlah SPPG terbanyak.
“SPPG bukan hanya tempat memasak dan mendistribusikan makanan, tetapi juga pusat konsultasi gizi gratis bagi masyarakat dan sekolah,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong agar kebutuhan program MBG dapat dipenuhi melalui bahan baku lokal. Menurutnya, jika penerima manfaat di Maluku Tengah mencapai sekitar 100 ribu orang, maka kebutuhan telur bisa mencapai 100 ribu butir per hari.
Hal tersebut dinilai menjadi peluang untuk menggerakkan ekonomi peternak dan pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Maluku Tengah Zahlul Ikhsan menegaskan pemerintah daerah terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai strategi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Ia mengatakan program MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Zahlul menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian pengelola SPPG, yakni menjaga kualitas dan higienitas makanan, memberdayakan produk lokal, serta memperkuat kolaborasi dan kontrol antar pihak.
“Pastikan setiap makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar berkualitas dan bergizi. Ini investasi besar untuk masa depan bangsa,” ujarnya.










