Uji Coba Pelayanan Sampah Berjalan di Negeri Admn. Mahu, Targetkan Tangani Sampah Hingga Tuntas

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA TIMUR : Negeri Admn. Mahu mulai melakukan uji coba pelayanan sampah rumah tangga pada Senin (30/3/2026) sebelum diluncurkan secara resmi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Plasma-B pengelolaan sampah yang dilakukan kerja sama dengan Yayasan Bintari Semarang dan Yayasan Toma Maju Lease.

Kepala Pemerintahan Negeri Admn. Mahu, Ch. M. Lawalata, SE, menyampaikan bahwa uji coba bertujuan untuk mengukur pengetahuan masyarakat dalam memilah sampah dengan benar. Uji coba akan berlangsung selama 1 hingga 2 minggu dan belum menerapkan sistem prabayar, karena iuran sebesar Rp 2.000 per pengambilan baru akan dikenakan setelah peluncuran resmi.

“Dari total 132 rumah yang ada di sini, sekitar 116 rumah sudah menerima layanan ini. Ini merupakan hal pertama yang kami lakukan dan sangat baik,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh masyarakat, kelompok pengelola sampah, serta kader perubahan prilaku yang telah bekerja sama.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Bintari dan Toma Maju Lease yang memberikan sumbangan tempat pengelolaan sampah dan kendaraan R3 untuk pengambilan sampah.

“Kami berharap Negeri Admn. Mahu bisa menangani sampah dengan baik dan menjadi contoh bagi daerah lain, meskipun tidak memiliki tempat pembuangan sampah terpusat. Lokasi TPA yang digunakan adalah milik Negeri,” ujarnya.

Dalam program ini, ada enam petugas yang terlibat, terdiri dari dua orang pengambil sampah, dua orang operator kendaraan, dan dua orang pemilah sampah. Insentif mereka sebesar Rp 750.000 per bulan per orang, dibiayai dari iuran warga dan dana desa yang dianggarkan dalam APBDes 2026. Para petugas telah mengikuti pelatihan dan siap menjalankan tugasnya.

Setelah diambil dari rumah warga, sampah akan dibawa ke TPA untuk dipilah. Sampah organik akan diolah menjadi magot nutrisi ayam petelur yang ada di Negeri Admn. Mahu, sedangkan sampah residu yang tidak dapat didaur ulang akan dibakar di tempat pembakaran yang telah disediakan.

Baca Juga:  Kajati Maluku Terima Kunjungan Audiensi Kepala Kantor Zona Bakamla Timur

Koordinator Lapangan Yayasan Bintari Semarang, Kristanto Irawan Putra, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan makna penting tentang bagaimana belajar mengelola sampah hingga tuntas.

“Kita telah merencanakan pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan,” katanya.

Menurutnya, masyarakat akan diajak memilah sampah menjadi dua jenis, yaitu organik dan residu. Pelatihan bagi petugas telah dilakukan sejak bulan Maret selama dua hari untuk membekali mereka dengan ilmu dan ketrampilan, serta menjamin keamanan dan keselamatan kerja.

 

Selain Negeri Admn. Mahu, program serupa juga akan diterapkan di tiga Negeri lainnya, yaitu Negeri Ouw, Negeri Saparua, dan Negeri Paperu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *