Bebas Stunting, Desa Hunuth Melaju ke Lomba Keluarga Sehat Tingkat Nasional

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Desa Hunuth ditunjuk Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) untuk mewakili kota ini pada Lomba Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana tingkat nasional. Penunjukan tersebut diberikan karena Desa Hunuth dinilai memenuhi kriteria, termasuk status desa bebas stunting selama 2024 hingga 2025.

Kepala Desa Hunuth, Yondri V. Kappuw, ST, mengatakan persiapan yang dilakukan berlangsung dalam waktu singkat, yakni dua minggu. Kendati demikian, ia menyebut seluruh proses telah diupayakan secara maksimal.

“Persiapan kami terbatas, tapi kami berharap tim penilai dapat melihat keseriusan kami. Memang masih ada kekurangan teknis dan komunikasi, namun seluruh perangkat desa bekerja optimal,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (21/11/25).

Menurut Kappuw, desa terus berkomitmen mendukung program percepatan penurunan stunting di Kota Ambon. Sejumlah inovasi dilakukan bersama tim Penggerak PKK dan kader posyandu dengan memanfaatkan Dana Desa. Edukasi, pendampingan gizi, dan kegiatan posyandu menjadi strategi utama.

Partisipasi masyarakat dinilai semakin baik, meski beberapa orang tua belum rutin membawa anak mereka ke posyandu karena kesibukan. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang melibatkan kakek-nenek lanjut usia. Untuk mengatasinya, kader posyandu menerapkan metode “jemput bola”.

“Petugas melakukan penimbangan dari rumah ke rumah bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan semua anak terpantau,” jelas Kappuw.

Desa Hunuth memiliki tiga posyandu, dengan satu posyandu permanen hasil pembangunan dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang menjadi pusat pelayanan kesehatan. Kekeliruan data, seperti input umur yang tidak akurat, masih ditemukan, namun segera ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama dinas terkait.

Kappuw menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon atas kepercayaan yang diberikan. Ia menilai kegiatan lomba ini menjadi ruang evaluasi bagi desa dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Emak-emak Berikan Minuman Kepada Anggota Satgas TMMD Ke 119

“Dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan dan DPPKB, kami dapat mengidentifikasi kekurangan dan memperbaiki layanan,” katanya.

Ia juga menyinggung kasus gizi pada 2023, ketika seorang anak berusia tiga tahun memiliki berat badan setara bayi delapan bulan. Kasus tersebut segera ditangani melalui pendampingan intensif dan edukasi oleh kader posyandu. Desa berkomitmen menjaga keakuratan data tumbuh kembang anak dan siap memberikan klarifikasi bila terjadi kesalahan.

Keberhasilan Desa Hunuth dalam menjalankan program penurunan stunting dinilai dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Ambon.

“Masyarakat kini semakin memahami pentingnya posyandu. Pendampingan dan edukasi gizi sangat membantu menumbuhkan kesadaran orang tua,” ujar Kappuw.

Ia berharap dukungan pemerintah terus mengalir, sehingga berbagai inovasi yang ada dapat dikembangkan untuk mewujudkan keluarga yang sehat, tanggap, dan tangguh, baik di Desa Hunuth maupun di seluruh Kota Ambon.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *