MTsN Ambon Dorong Transformasi Digital dalam Pembelajaran, Siapkan Infrastruktur Lengkap dan Aturan Tegas

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Ambon, Riyadi Kamis, S.Ag., M.MPd, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan transformasi digital di lingkungan madrasah sesuai dengan visi Kementerian Agama. Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi yang dilakukan bersama jajaran guru dan staf, sebagai langkah nyata menjadikan digitalisasi sebagai program unggulan madrasah.

Menurut Riyadi, pengalaman pribadinya selama enam tahun mengajar di MTsN Ambon menjadi salah satu alasan kuat ia mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Ia menyebut, pemanfaatan smartphone, simulasi malam, dan pendekatan belajar yang menyenangkan terbukti efektif membantu siswa.

“Saat ini kami sudah memulai program digitalisasi madrasah. Infrastruktur kami siapkan, seperti TV pembelajaran di kelas dan akses Wi-Fi gratis selama di sekolah. Harapannya, siswa dapat belajar lebih efektif dan tidak lagi terkendala seperti dulu,” ungkap Riyadi, kepada wartawan, diruang kerjanya, Selasa (20/5/25).

Namun, ia juga menyadari adanya tantangan, termasuk kekhawatiran orang tua terhadap penggunaan paket data. Oleh karena itu, sekolah menyediakan internet gratis dan mengimbau orang tua agar lebih selektif saat anak meminta pulsa.

Sebagai bentuk kontrol, madrasah juga menerapkan aturan ketat, termasuk larangan bermain game di sekolah. “Kalau ketahuan bermain game, siswa bisa langsung kena SP1, dan jika diulangi, SP2 bisa berujung pada pencabutan hak belajar di sini,” tegas Riyadi.

Dalam rangka efisiensi, sejak akhir 2023, ujian di MTsN Ambon tidak lagi menggunakan kertas untuk siswa yang memiliki smartphone. Langkah ini juga bertujuan menghemat anggaran yang kemudian dapat dialihkan untuk pengembangan fasilitas pendidikan lainnya.

“Kita dua shift di sini, jadi waktu mengajar cukup terbatas. Media digital bisa menjadi solusi agar siswa tetap bisa mengakses materi di luar jam belajar,” katanya.

Tak hanya itu, madrasah juga sedang menggagas inovasi pembelajaran berbasis drama edukatif yang mengintegrasikan materi pelajaran dalam bentuk simulasi peran, seperti transaksi jual-beli dalam perspektif Islam. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman langsung.

Riyadi juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua guru dalam menyukseskan program digitalisasi ini. “Sebagus apapun konsepnya, tetap bergantung pada keterlibatan teman-teman guru,” ucapnya.

Terkait penerimaan siswa baru, MTsN Ambon tahun ini menerima 360 siswa baru dari 393 lulusan. Langkah ini dilakukan guna menjaga rasio ideal per kelas, yang saat ini sudah melebihi standar 32 siswa per kelas.

“Dalam tiga tahun ke depan kita akan menghadapi akreditasi. Jadi kita jaga kualitas dengan tidak menerima siswa terlalu banyak. Namun, tetap memberi ruang bagi siswa dari luar Pulau Ambon yang mengalami kendala informasi saat pendaftaran,” jelas Riyadi.

Dengan berbagai langkah tersebut, MTsN Ambon bertekad menjadi madrasah unggulan yang mampu menjawab tantangan zaman melalui integrasi teknologi dalam pendidikan.

Baca Juga:  Kepala Rutan Masohi Bantah Hentikan Ibadah Jumat Agung, Sebut Terjadi Miskomunikasi

Redaksi: SNI-02

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *