SPPG Saparua Sesuaikan Distribusi Program MBG Selama Ramadhan

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA : Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saparua menyesuaikan mekanisme distribusi Program Makan Bergizi (MBG) selama bulan Ramadhan dengan menyiapkan menu khusus bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa. Penyesuaian dilakukan mulai dari jenis menu hingga pola pembagian di sekolah-sekolah.

Kepala SPPG Saparua, Clif Paunno, mengatakan, berdasarkan arahan pimpinan, menu MBG pada periode puasa difokuskan dalam bentuk makanan kering agar dapat disimpan hingga waktu berbuka. Namun, karena mayoritas penerima manfaat di wilayah Saparua beragama Nasrani, pihaknya menyiapkan dua jenis menu, yakni menu kering dan menu rasa.

“Menu rasa diperuntukkan bagi penerima Nasrani, sedangkan menu kering disiapkan bagi penerima Muslim yang menjalankan puasa,” kata Clif di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).

Menurut dia, paket makanan kering bagi penerima yang berpuasa tidak dikonsumsi di sekolah, melainkan dibawa pulang untuk berbuka. Karena itu, sebelum distribusi, SPPG Saparua terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak sekolah agar paket bagi siswa Muslim dipisahkan sejak awal.

Petugas distribusi juga diingatkan untuk berhati-hati dalam penyaluran sehingga tidak terjadi kekeliruan atau tertukar dengan paket bagi siswa yang tidak berpuasa. Setelah paket untuk penerima yang berpuasa diamankan, barulah paket bagi penerima lain dibagikan.

“Pihak sekolah, kami minta memisahkan paket bagi yang berpuasa dan yang tidak, agar distribusi tepat sasaran dan tidak tertukar,” ujarnya.

Selain penyesuaian mekanisme distribusi, SPPG Saparua juga merencanakan inovasi menu selama Ramadhan dengan menambahkan kurma atau makanan pendamping berbuka dalam paket MBG. Langkah ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan gizi penerima manfaat saat berbuka puasa.

Clif menambahkan, pelaksanaan Program MBG di Saparua telah memiliki kontrak hingga lima tahun dan dijalankan sesuai kebijakan serta arahan pemerintah. Seluruh tahapan program, mulai dari penyiapan makanan, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah, dilakukan di bawah pengawasan.

Baca Juga:  BI Maluku Siapkan Uang 1,29 Triliun Untuk Kebutuhan Nataru

“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh agar kualitas makanan terjaga dan distribusi berjalan sesuai peruntukan, termasuk bagi penerima yang menjalankan puasa,” kata Clif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *