Dari Pohon Pala hingga Ruang Belajar, Kolaborasi BUMN Hadirkan TJSL Terintegrasi di Banda Neira

SNI.ID, BANDA NEIRA : PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Bersama PT Pegadaian (Persero). PT PELNI (Persero), dan PT Bank Mandiri Taspen melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan rangkaian Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Banda Neira, Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Jumat (11/9/26).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Penanaman 500 bibit pohon pala, pembukaan ruang belajar, pemeriksaan mata lansia serta pemberian kacamata gratis bagi lansia, dan pengolahan sampah & bank sampah. Rangkaian program ini dilaksanakan pada 4-5 September 2026 sebagai wujud sinergi dalam memberikan manfaat pada aspek lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan PNM Cabang Ambon Sigit Evry Dayanto beserta jajaran, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI (Persero), Triswahyu Herlina beserta jajaran; Deputi Bisnis Area Ambon PT Pegadaian (Persero), Hardshal Rahman beserta jajaran; Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Ambon, Felix Trifili Ayanda beserta jajaran; Kepala Bagian Divisi Jasa Manajemen Kantor Pusat PNM, Wilham Kagum berserta tim, Chiemi Morina, Specialist Departemen Implementation & Development dari Kantor Pusat PT Pegadaian beserta tim; Sayyidah Sarah Ghaida, Vice President Treasury dan TJSL PT PELNI; Inee Irina, SPS Event & CSR dari Kantor Pusat Bank Mandiri Taspen; serta turut hadir juga Sekretaris Camat Banda Neira, Taip Selano, S.H; Camat kepulauan Banda, Rusdi Saiman; perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan, Umar S. Badilla; Rektor Universitas Banda Neira, Budiono Senen, S.Pi., M.Si.; Kapolsek Banda, IPTU Muslim n. Renuf, S.H.; Danramil Banda Kapten Cba. Zulkifli Ten; serta Kepala Desa Nusantara, La Sadikin Ali.

Program dimulai dengan penanaman 500 bibit pohon pala yang melibatkan masyarakat maupun mahasiswa di Benteng Belgica, Banda Neira, wilayah yang sejak lama identik dengan komoditas pala. Penanaman tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya BUMN merawat identitas sejarah, budaya, dan ekonomi masyarakat Kepulauan Banda agar terus hidup melewati generasi. Keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat setempat menjadi kunci agar pohon yang ditanam tidak berhenti sebagai simbol, tetapi terus dirawat hingga berbuah manfaat nyata.

Baca Juga:  Kazona Bakamla Timur Hadiri Upacara HUT Ke-78 Korps Brimob Polri 2023

Selain memberikan perhatian pada aspek lingkungan, kolaborasi TJSL juga menyentuh sektor pendidikan melalui peresmian Ruang Belajar Banda Neira. Ruang belajar tersebut dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung, antara lain ruang belajar yang layak, akses interneti, alat tulis, tas sekolah, paket gizi, lemari, laptop, serta fasilitas penunjang lainnya. Ruang Belajar Banda Neira juga menyediakan pendampingan belajar oleh tenaga pengajar secara gratis bagi anak-anak. Kehadiran ruang belajar ini diharapkan dapat menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk membaca, belajar, dan mengembangkan potensi diri, sekaligus memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan yang memadai di Banda Neira.

Pada bidang kesehatan, perhatian juga diberikan kepada kelompok lanjut usia melalui program pemeriksaan kesehatan mata yang diikuti oleh 100 peserta lansia. Selain mendapatkan pemeriksaan mata, peserta yang membutuhkan juga memperoleh bantuan kacamata untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan penglihatan dan kualitas hidup para lansia, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.

Komitmen terhadap kelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui program Pengolahan Sampah dan Bank Sampah di Banda Neira. Program ini mencakup edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah, penyediaan sarana pemilahan sampah, pemberian bantuan berupa 2 unit alat biodigester untuk mendukung pengolahan sampah organik, serta penguatan pengelolaan Bank Sampah. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk semakin aktif memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, sehingga sampah yang semula dianggap tidak bernilai dapat dikelola menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Rangkaian program tersebut menjadi wujud sinergi PNM, Pegadaian, PELNI, dan Bank Mandiri Taspen dalam menghadirkan program TJSL yang terintegrasi dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari pelestarian lingkungan melalui penanaman 500 bibit pohon pala dan pengelolaan sampah, peningkatan akses pendidikan melalui Ruang Belajar Banda Neira, hingga peningkatan akses kesehatan melalui pemeriksaan mata dan pemberian kacamata bagi lansia. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Banda Neira. Secara keseluruhan, rangkaian Program TJSL di Banda Neira ini memberikan manfaat kepada kurang lebih 200 masyarakat, baik secara langsung maupun melalui pemanfaatan fasilitas yang telah disediakan.

Baca Juga:  Kapolsek Saparua himbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Selama Masa Tenang Pilkada 2024

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT PELNI, Triswahyu Herlina, mengatakan bahwa kegiatan TJSL ini untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi BUMN yang terlibat untuk hadir serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami melihat Banda Neira memiliki potensi budaya dan sumber daya alam, karenanya PELNI menilai kontribusi bagi masyarakat di Banda Neira merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.”

Bagi Pimpinan PNM Cabang Ambon Sigit Evry Dayanto, empat program yang saling terhubung ini menjadi bukti bahwa kepedulian PNM hadir menyeluruh, tidak berhenti pada satu sektor saja.

“Banda Neira mengajarkan kita bahwa kepedulian yang tulus akan selalu menemukan jalannya, sejauh apa pun jaraknya. Program ini adalah ikhtiar kami untuk menanam harapan yang kelak tumbuh menjadi keberlanjutan bagi masyarakat di sini,” ujarnya.

Deputi Bisnis Area Ambon PT Pegadaian (Persero), Hardshal Rahman, menyampaikan bahwa pemilahan sampah bisa menjadi investasi emas yang sangat berharga bagi masyarakat.

“Kita memberikan edukasi agar masyarakat peduli terhadap lingkungan dengan mengolah sampah yang baik serta kita mendukung Bank Sampah di Banda Neira. Kita dari Pegadaian mengharapkan dari sampah terpilah tersebut bisa dikonversi ke tabungan emas yang selanjutnya bisa menjadi investasi masa depan masyarakat Banda Neira.”

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Ambon, Felix Trivili Ayanda, mengemukakan, “Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan semangat kepedulian yang terus dihadirkan. Kepedulian tidak sekedar berbicara masalah lingkungan tetapi juga pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan ini bukan sekedar memberikan bantuan tetapi membangun kolaborasi yang ada manfaatnya dan berkelanjutan.”

Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa program di Banda Neira ini bukan sekadar aksi sosial sesaat, melainkan bagian dari arah strategis perusahaan dalam menghadirkan dampak yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Temuan Diduga Bom Gegerkan Ambon, Tim Jibom Brimob Polda Maluku Pastikan UXO Peninggalan Perang Sudah Tidak Aktif

“Bagi PNM, TJSL adalah perpanjangan dari semangat pemberdayaan yang sudah menjadi napas kami sejak awal berdiri. Program di Banda Neira ini adalah investasi jangka panjang, sejalan dengan komitmen PNM menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan tempat kami hadir,” ujar Kindaris.

Pandangan ini sejalan dengan semangat empat program yang dihadirkan di Banda Neira, di mana PNM bersama PELNI, Pegadaian, dan Bank Mandiri Taspen menerjemahkan komitmen tersebut menjadi manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Banda, sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat setempat.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan tanggal 4 September 2026, melainkan berlanjut melalui pemeliharaan pohon pala, pemanfaatan Ruang Belajar Banda Neira, peningkatan kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan pengelolaan sampah dan bank sampah bagi Banda Neira ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *