Kasus Stunting di Siri Sori Amalatu Menurun Jadi Dua, Pemerintah Perkuat Program Pencegahan

SNI.ID, AMBON – Pemerintah Negeri Siri Sori Amalatu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar Rembuk Stunting sebagai forum musyawarah untuk menyusun strategi percepatan penurunan stunting secara terintegrasi sekaligus menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Negeri Tahun 2027.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (10/7) itu diikuti pemerintah negeri, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, Saniri Negeri, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Pendamping Desa Kecamatan Saparua Timur, Veni Sopacua, mengatakan rembuk stunting diawali dengan pemaparan data dan kondisi stunting di Negeri Siri Sori Amalatu, termasuk identifikasi kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita yang memerlukan perhatian khusus.

“Pemerintah negeri diarahkan untuk memprioritaskan alokasi anggaran bagi intervensi spesifik dan sensitif, antara lain pemenuhan gizi, peningkatan fasilitas Posyandu, serta perbaikan sanitasi,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh usulan program penanganan stunting disusun berdasarkan data dari kader kesehatan, Posyandu, dan Puskesmas, kemudian disepakati melalui Berita Acara Rembuk Stunting yang menjadi acuan penyusunan RKP Negeri Tahun 2027.

Sementara itu, Kepala Pemerintahan Negeri Siri Sori Amalatu, Lozir J. Kesaulija, mengatakan rembuk stunting merupakan langkah strategis pemerintah negeri dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menekan angka stunting sejak dini.

Menurut dia, penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat agar program yang dijalankan dapat berjalan efektif.

“Kami berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas melalui upaya bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting,” ujarnya.

Lozir mengungkapkan jumlah kasus stunting di Negeri Siri Sori Amalatu menunjukkan tren penurunan. Pada 2025 tercatat sebanyak empat kasus, sedangkan pada 2026 menurun menjadi dua kasus.

Baca Juga:  Wujud Binsat Kreatif, Rindam Pattimura Gelar Turnamen Sepak Bola

Pemerintah Negeri berharap seluruh elemen masyarakat terus berperan aktif mendukung pemenuhan gizi, penerapan pola hidup sehat, serta pengawasan tumbuh kembang anak guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *