SNI.ID, AMBON : Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, William Pieter Mairuhu, menyampaikan laporan hasil resesnya di Negeri Tawiri dan sekitarnya, dengan fokus utama pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam wawancara yang digelar di Swiss-Belhotel Ambon, Selasa (5/8/2025), Mairuhu mengungkapkan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan banyak pelaku UMKM di Negeri Tawiri menghadapi tekanan ekonomi yang berat, terutama akibat keterikatan pada rentenir.
“Pendapatan mereka yang terbatas seringkali habis hanya untuk membayar utang, sehingga menghambat perkembangan usaha mereka. Kondisi ini memprihatinkan, dan kita perlu intervensi yang tepat untuk membantu mereka keluar dari jerat hutang,” ujar Mairuhu.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Mairuhu berencana melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pelaku UMKM di Negeri Tawiri. Pendataan ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah negeri, RT/RW, serta pimpinan jemaat dari tiga agama di wilayah tersebut, yakni Katolik, Protestan, dan Islam.
Data yang terkumpul akan dijadikan dasar dalam menyusun program pemberdayaan UMKM tahun 2026, termasuk penentuan alokasi anggaran dari dana aspirasi.
“Kita perlu mengetahui jumlah pelaku UMKM dan jenis usaha mereka agar dapat mengalokasikan anggaran secara tepat sasaran,” jelasnya.
Sebagai bagian dari realisasi janji reses tahun 2025, Mairuhu juga telah menyerahkan bantuan tiga unit sepeda motor kepada pengemudi ojek online di Negeri Tawiri. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban mereka yang sebelumnya harus menyewa atau meminjam kendaraan untuk bekerja.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif, Mairuhu optimistis bahwa program pemberdayaan UMKM yang tengah digagasnya akan membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Negeri Tawiri. (*)










