SNI.ID, AMBON : Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, resmi membuka Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Miskin Ekstrem yang mengusung tema “Wirausaha Muda Mandiri, Indonesia Tangguh: Pengentasan Kemiskinan Melalui Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Berbasis Sumber Daya Lokal.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Vlisingen, Balai Kota Ambon, Jumat (21/11/2025).
Dalam sambutan Walikota Ambon yang dibacakan oleh Penjabat Sekertaris Kota Ambon Robert Sapulette menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar agenda rutin pemerintah, tetapi momentum untuk menumbuhkan harapan dan mendorong perubahan nyata di tengah tantangan kemiskinan ekstrem yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
“Hari ini kita tidak sekadar berkumpul untuk menggugurkan kewajiban. Hari ini adalah tentang harapan, tentang mengubah nasib. Kemiskinan bukan takdir, melainkan kondisi yang bisa kita lawan, dan senjata paling ampuh adalah semangat kemandirian di dalam jiwa anak-anak muda,” ujarnya.
Sapulette menekankan alasan pemerintah mendorong pemuda terjun ke dunia usaha.
Menurutnya, pemuda memiliki energi perubahan, sementara kewirausahaan menjadi jalan untuk menciptakan peluang, bukan sekadar menunggu bantuan.
Ia juga mengajak peserta memanfaatkan kekayaan lokal Ambon sebagai basis usaha, mulai dari potensi kelautan, rempah-rempah hingga kreativitas generasi muda di bidang musik, kuliner, dan kerajinan.
“Jangan kita mati di lumbung padi. Olah sagu menjadi kuliner modern, ikan menjadi produk bernilai tinggi, atau limbah kerang menjadi kerajinan. Itulah kunci wirausaha yang tangguh,” tuturnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa modal utama seorang wirausahawan adalah mental, bukan hanya uang. Mental pantang menyerah, berani memulai dari bawah, serta jeli melihat peluang disebutnya sebagai fondasi kesuksesan.
Pemerintah Kota Ambon, kata Sapulette, berkomitmen memberikan pendampingan dan memastikan pelatihan ini tidak berhenti pada teori semata.
Ia menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan monitoring pasca-pelatihan agar hasilnya dapat dikembangkan menjadi usaha reel.
“Kami berupaya memberikan kail, bukan sekadar ikan. Ilmu ini harus dipraktikkan. Pastikan bibit usaha benar-benar tumbuh,” tegasnya.
Mengakhiri sambutan, Sapulette menyampaikan harapannya agar peserta menjadi wirausaha muda yang mandiri dan menunjukkan bahwa pemuda Ambon mampu menjadi penggerak pembangunan di daerahnya.
“Selamat belajar, selamat berkarya. Ambon Manise, Indonesia Tangguh!” tutupnya. (*)










