SNI.ID, AMBON : Kepolisian Daerah Maluku bersama Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus meluncurkan Pusat Studi Kepolisian, Selasa (3/3/2026) pukul 14.00 WIT. Kegiatan yang berlangsung di Kampus Unpatti, Ambon, ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan dunia akademik.
Penandatanganan kerja sama dihadiri Wakil Kepala Polda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., didampingi jajaran pejabat utama Polda Maluku, antara lain Karo SDM, Kabidhumas, Kabidkum, Ka SPN, serta Kabagkerma Biro Ops. Dari pihak universitas, hadir Rektor Universitas Pattimura beserta para Wakil Rektor dan jajaran pengelola kerja sama dan kehumasan.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pattimura menyampaikan bahwa hubungan kelembagaan antara Unpatti dan Polda Maluku selama ini telah terjalin intens dan produktif. Kolaborasi tersebut mencakup berbagai kegiatan akademik, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Ia menegaskan, penandatanganan PKS ini menjadi tonggak legal formal atas kerja sama yang sebelumnya telah dibangun secara substantif. Implementasi konkret dari kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan “Police Corner” atau Pojok Kepolisian di lingkungan kampus sebagai ruang interaksi antara mahasiswa dan institusi Polri.
“Police Corner diharapkan menjadi pusat informasi layanan kepolisian, edukasi kamtibmas, rekrutmen Polri, hingga pencegahan narkotika dan tindak kriminal lainnya. Mahasiswa perlu melihat kepolisian sebagai mitra strategis, bukan institusi yang berjarak dari dunia akademik,” ujar Rektor.
Selain itu, pihak universitas juga berharap adanya dukungan pelatihan dan pembinaan dari Polda Maluku bagi petugas keamanan kampus guna meningkatkan kemampuan deteksi dini serta pencegahan gangguan keamanan.
Sementara itu, Brigjen Pol. Imam Thobroni menyatakan bahwa penandatanganan PKS dan peluncuran Pusat Studi Kepolisian menjadi tonggak penting bagi Polda Maluku dalam membangun Polri yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, tantangan kepolisian ke depan semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, dinamika sosial lintas batas (borderless), hingga karakteristik geografis Maluku yang sekitar 97 persen wilayahnya merupakan lautan. Kondisi tersebut menuntut pendekatan dan strategi penanganan berbasis riset serta data ilmiah.
“Keterbatasan personel, termasuk regulasi terbaru yang mensyaratkan penyidik minimal berpendidikan S1, menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Polda Maluku terbuka bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin melakukan penelitian, magang, maupun kajian ilmiah terkait kepolisian dan isu sosial kemasyarakatan. Sinergi antara teori akademik dan praktik lapangan diyakini menjadi dapur pemikiran strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Bumi Raja-raja.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan PKS dan pemotongan pita sebagai simbol resmi peluncuran Pusat Studi Kepolisian Universitas Pattimura, dilanjutkan dengan peninjauan lokasi Police Corner di Gedung Perpustakaan Unpatti.
Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi penguatan institusi Polri, pengembangan pendidikan tinggi, serta peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku. Kolaborasi Polda Maluku dan Universitas Pattimura juga mencerminkan arah baru transformasi Polri Presisi yang menempatkan ilmu pengetahuan, riset, dan pendekatan akademik sebagai fondasi kebijakan dan operasional kepolisian di wilayah kepulauan seperti Maluku.










