SNI.ID, AMBON — Kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut digelar di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, dengan menargetkan penyuluhan dan sikat gigi bersama bagi 420 siswa serta pemeriksaan dan pengobatan gigi bagi 200 pasien.
Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi sejumlah perguruan tinggi, organisasi profesi kedokteran gigi, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Ketua Panitia, drg. Husni Mubarak, SpBMM, mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian pelayanan kesehatan, tetapi juga edukasi mengenai pencegahan penyakit gigi dan mulut sejak dini.
“Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran serta memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat di Kecamatan Saparua dan sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Husni, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah institusi pendidikan kedokteran gigi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin mengirimkan 15 staf, dosen, dan residen.
Sementara itu, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia mengutus lima staf dan mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Makassar mengirimkan dua staf dan dosen, serta Universitas Mega Buana Palopo mengutus seorang dosen. Pelaksanaan kegiatan ini juga berada di bawah naungan Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Maluku.
Husni menjelaskan, pelayanan dibagi menjadi dua kegiatan utama, yakni penyuluhan dan sikat gigi bersama di lima sekolah serta pemeriksaan dan pengobatan gigi yang dipusatkan di lokasi kegiatan.
Lima sekolah yang menjadi sasaran edukasi tersebut adalah SD Negeri 123 Maluku Tengah, SD Negeri 238 Maluku Tengah, SD Negeri 254 Maluku Tengah, SD Negeri 318 Maluku Tengah, dan SD Kristen Tiouw.
“Target tersebut tentu menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Husni.
Ketua Pengurus Wilayah PDGI Maluku, drg. Wendy Pelupessy, M.Kes., menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut bersama PDGI Cabang Kota Ambon, PDGI Cabang Maluku Tengah, PDGI Cabang Buru, serta Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Pattimura.
Ia berharap kegiatan bakti sosial tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Maluku Tengah, terutama warga Kecamatan Saparua, Negeri Tiouw, dan wilayah sekitarnya.
Menurut Wendy, peningkatan kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan melalui pemeriksaan berkala, kebiasaan menjaga kebersihan gigi, serta upaya pencegahan sejak dini.
Ia menekankan bahwa pemeriksaan gigi seharusnya tidak hanya dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan atau rasa sakit, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat sehari-hari.
Bupati Maluku Tengah, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Kecamatan Saparua, Idham Sopamena, S.STP., menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dan PDGI Cabang Ambon atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menilai bakti sosial ini sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi profesi, dan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gangguan pada gigi dan mulut dapat memengaruhi kemampuan mengunyah, berbicara, kenyamanan beraktivitas, hingga kualitas hidup seseorang.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan gigi, menyikat gigi dengan benar, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
Bupati juga menyoroti tantangan pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Maluku Tengah yang memiliki wilayah kepulauan dengan kondisi geografis beragam. Menurutnya, masyarakat di wilayah kecamatan dan pulau-pulau perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas.
Kehadiran tim medis melalui kegiatan bakti sosial diharapkan dapat membantu menjawab tantangan tersebut, terutama dalam memperluas akses pelayanan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan.
Pemerintah daerah juga berharap kerja sama antara perguruan tinggi, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah negeri dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Kecamatan Saparua diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)









