Bodewin Siapkan Hadiah bagi Warga yang Bantu Ungkap Pembakaran Lahan

SNI.ID, AMBON– Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyebut kualitas udara di Kota Ambon hingga saat ini masih berada dalam batas normal dan belum mengkhawatirkan, meski wilayah tersebut terdampak kabut asap yang berasal dari Papua Selatan.

Bodewin mengatakan, pemerintah kota terus memantau perkembangan kualitas udara dengan mempertimbangkan data dan masukan dari sejumlah instansi terkait, yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Menurutnya, salah satu parameter kualitas udara yang perlu diwaspadai adalah ozon (O3).

“Berdasarkan data yang ada, kualitas udara masih berada dalam batas normal dan belum mengkhawatirkan. Salah satu parameter yang perlu kita waspadai adalah O3 atau ozon,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah akan kembali menerapkan langkah antisipatif apabila kualitas udara mencapai ambang batas yang mengkhawatirkan. Langkah tersebut dapat berupa pemberlakuan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa serta kebijakan work from anywhere (WFA) bagi pekerja.

Namun, untuk saat ini, kebijakan tersebut belum diberlakukan kembali karena kondisi kualitas udara masih dinilai belum mengkhawatirkan berdasarkan data yang tersedia.

Terkait kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Bodewin mengakui adanya peningkatan jumlah kasus. Meski demikian, peningkatan tersebut tidak terjadi secara tajam dan tidak dapat dikaitkan semata-mata dengan kabut asap.

Ia meminta masyarakat, terutama kelompok rentan seperti penderita asma, ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia (lansia), untuk lebih berhati-hati terhadap dampak paparan kabut asap.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berada di rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak dan menghindari aktivitas di luar rumah yang tidak terlalu penting,” katanya.

Sekolah Kembali Beraktivitas Normal

Bodewin juga memastikan siswa di Kota Ambon telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara langsung sejak Senin setelah kebijakan PJJ yang sebelumnya diberlakukan berakhir pada Jumat.

Baca Juga:  PKB Maluku Gelar Sosialisasi Hasil Muktamar 2024, Siapkan Strategi Menuju Pemilu 2029

Dengan demikian, kegiatan pembelajaran di sekolah kembali berjalan secara langsung sambil pemerintah terus memantau perkembangan kondisi kualitas udara.

Kebakaran Hutan dan Lahan Jadi Perhatian

Selain persoalan kabut asap yang berasal dari luar wilayah Ambon, Bodewin menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi di sejumlah lokasi di Kota Ambon.

Ia mengatakan, kebakaran menjadi persoalan serius karena titik api yang telah dipadamkan dapat kembali menyala.

“Kemarin saja ada dua titik kebakaran yang sudah dipadamkan dan disiram, tetapi kemudian terbakar kembali,” ungkapnya.

Bodewin menduga kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas manusia, baik akibat kelalaian saat membuka lahan dengan cara membakar maupun pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

Ia menegaskan, berdasarkan koordinasi dengan para ahli, kebakaran hutan di Ambon tidak seharusnya dianggap terjadi secara alami tanpa penyebab yang jelas.

Untuk mencegah kejadian serupa terus berulang, Bodewin telah meminta para camat mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Pemerintah, kata dia, akan memberikan penghargaan atau hadiah kepada masyarakat yang dapat melaporkan dan membuktikan tindakan pembakaran tersebut. Sementara itu, pelaku harus ditindak tegas oleh aparat kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita harus tegas. Kalau tidak, kebakaran akan terus terjadi setiap hari. Karena itu, diperlukan kerja sama dan tindakan tegas untuk mencegah kebakaran terus berulang,” tegasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *