Ketua KNPI Maluku Dorong Pemuda Jadi Mitra Strategis Pemerintah Daerah dan Jaga Budaya Lokal

  • Whatsapp
oplus_0

SNI.ID, AMBON : Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku, Arman Lessy Kalean, mengajak pemuda Maluku meningkatkan kapasitas berpikir strategis dengan memahami tata kelola pembangunan daerah berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Arman menilai saat ini akses data dan informasi pembangunan di Maluku sudah terbuka luas. Dokumen perencanaan seperti RPJMD, RPJPD, hingga kebijakan strategis lainnya dapat diakses masyarakat, termasuk kalangan pemuda.

“Kalau kita tidak memahami postur APBD kita sendiri, jangan heran kalau di akhir bulan atau akhir tahun terjadi kegaduhan. Pemuda harus berpikir rasional dan berbasis data,” ujar Arman dalam sambutannya di Meeting Room Hotel Elizabeth Ambon, Senin (15/12/2025).

Ia juga menyoroti keberadaan BUMD di sektor mineral dan pertambangan yang dinilai perlu menjadi perhatian generasi muda.

Menurutnya, data terkait sektor tersebut terbuka dan harus dikaji secara kritis agar pengelolaannya memberi manfaat nyata bagi masyarakat Maluku.

Selain isu ekonomi, Arman menyinggung persoalan kebudayaan, khususnya mulai hilangnya bahasa daerah di sejumlah wilayah Maluku. Ia menyebut hal itu sebagai tantangan besar yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Maluku kaya budaya, tapi banyak daerah yang sudah kehilangan bahasa lokalnya. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Arman menjelaskan dalam konteks pembangunan mendorong pembentukan Dewan Pengawas Corporate Social Responsibility (CSR) yang melibatkan pemerintah daerah, BPD, dan unsur masyarakat. Dewan ini diharapkan mengawasi penyaluran CSR perusahaan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“CSR jangan hanya formalitas. Yang dibutuhkan adalah jaringan, akses, dan keberpihakan,” jelasnya.

Arman juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan adat, termasuk peran raja-raja yang perlu didukung regulasi daerah yang kuat terkait batas darat dan laut.

Arman mengajak pemuda Maluku terus merawat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Baca Juga:  Ekonomi Maluku Tumbuh Lebih Cepat dari Nasional, Capai 6,23% di Triwulan III 2024

“angan terlalu sibuk membicarakan perbedaan. Kemajemukan adalah kekuatan kita,” tutup Arman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *