Kadispora Ambon Richard Luhukay Resmi Daftar Calon Sekkot, Pengabdian 30 Tahun Jadi Modal

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Ambon, Richard Luhukay, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon.

Richard mendaftar di ruang ULA Balai Kota Ambon, Rabu (15/4/2026).

Ia mengatakan, seleksi Sekkot Ambon merupakan momen langka yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup.

“Bagi saya pribadi, ini kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Mengingat pengabdian saya sudah lebih dari 30 tahun di Pemerintah Kota Ambon, tentu ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban atas perjalanan karir saya,” kata Richard.

Richard menjelaskan, dirinya berkarir sejak ditetapkan sebagai CPNS hingga menjadi PNS, dan telah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.

Ia menyebut, seluruh persyaratan jabatan juga telah dipenuhi, termasuk pengalaman memimpin minimal dua dinas berbeda.

“Atas persetujuan Bapak Wali Kota, hari ini saya mendaftarkan diri sesuai tahapan pendaftaran berkas administrasi. Semua berkas sudah saya masukkan, hanya saja panitia meminta dilengkapi tujuh rangkap, sehingga sisanya akan saya lengkapi,” jelasnya.

Richard memastikan, proses pendaftaran berjalan lancar dan berkas administrasi telah diterima panitia.

“Sampai tahapan pendaftaran ini tidak ada masalah. Semoga semua proses berjalan baik, sehingga saya bisa maju ke tahapan berikutnya,” ujarnya.

Menurut Richard, seleksi Sekkot bukan sekadar persaingan jabatan, tetapi juga menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian sebagai ASN.

“Hal-hal baik yang sudah ada tentu akan saya pertahankan, bahkan akan saya tingkatkan,” katanya.

Ia menegaskan, jabatan Sekkot bukan perkara mudah karena membutuhkan kompetensi, kemampuan manajerial, dan pemahaman teknis dalam mendukung kebijakan pemerintahan.

“Dibutuhkan komitmen dan rasa tanggung jawab yang kuat. Semoga semua proses ini bisa saya lalui dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga:  Dukung SoG, Diskominfosandi Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi

Richard menegaskan dirinya mengikuti seleksi dengan prinsip nothing to lose.

“Kalau ternyata saya tidak terpilih, saya tetap bersyukur kepada Tuhan. Yang terpenting saya sudah sampai pada tahapan ini,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para kandidat lain yang dinilainya memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik.

“Semua kandidat adalah orang-orang hebat, senior-senior, rekan kerja, termasuk anak-anak muda putra-putra terbaik Kota Ambon dan Maluku. Semoga apa yang kita perjuangkan ini sama-sama kita kawal sampai selesai,” tutup Richard.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *