Launching Muktamar VIII di Ambon, ICMI Maluku Perkuat Konsolidasi dan Kolaborasi

SNI.ID, AMBON : Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Maluku resmi melaunching Muktamar VIII ICMI yang akan digelar di Kota Ambon pada 4-7 Desember 2026. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Sekretariat MPW ICMI Maluku.

Kegiatan berlangsung di Kantor Sekretariat MPW ICMI Maluku, Sabtu (8/8/2026). Ketua ICMI Orwil Maluku, Dr. Ruslan Tawari, mengatakan launching tersebut menjadi bagian awal dari persiapan Maluku sebagai tuan rumah Muktamar VIII ICMI.

“Sebagai tuan rumah, kami ingin memastikan seluruh rangkaian persiapan berjalan dengan baik. Salah satu bentuk kesiapan tersebut adalah menyediakan sekretariat sebagai pusat koordinasi seluruh aktivitas kepanitiaan,” kata Ruslan dalam sambutannya.

Ruslan berharap sekretariat baru tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan administrasi. Namun, menjadi ruang bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan melahirkan berbagai langkah strategis untuk menyukseskan Muktamar.

“Semoga sekretariat yang diresmikan hari ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul atau mengurus administrasi semata, tetapi menjadi ruang lahirnya gagasan, tempat membangun kolaborasi, serta pusat koordinasi,” ujarnya.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang diwakili Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie menyambut baik pelaksanaan launching Muktamar VIII ICMI di Ambon. Dia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum MPP ICMI Prof. Dr. Arif Satria beserta rombongan.

Menurut Sadali, Muktamar VIII ICMI bukan hanya agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat kekuatan intelektual dan sinergi dalam pembangunan Maluku.

“Launching Muktamar VIII bukan sekadar seremoni awal menuju pelaksanaan Muktamar, tetapi menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan kekuatan intelektual, memperkuat sinergi, dan membangun optimisme bahwa Maluku siap berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional ICMI,” kata Sadali.

Dia mengatakan ICMI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap kebijakan pembangunan.

Baca Juga:  Seleksi SIP Angkatan Ke-52 Digelar Polda Maluku

Pemprov Maluku, lanjut Sadali, memandang ICMI sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan nilai-nilai keagamaan yang moderat.

Pemprov Minta Dukungan BRIN

Dalam kesempatan itu, Pemprov Maluku juga meminta dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Maluku.

Sadali mengatakan inovasi menjadi kebutuhan strategis bagi Maluku sebagai provinsi kepulauan. Inovasi diperlukan untuk mengatasi keterbatasan geografis sekaligus mengoptimalkan potensi kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

“Kami berharap BRIN bersama ICMI dapat menjadikan Maluku sebagai salah satu daerah prioritas dalam pengembangan inovasi berbasis potensi kepulauan,” ujarnya.

Dia berharap kerja sama tersebut mencakup pendampingan, kolaborasi riset, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga hilirisasi hasil penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Arif Satria Soroti Peran ICMI

Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Arif Satria mengatakan sekretariat bukan sekadar tempat menyimpan dokumen dan menjalankan administrasi organisasi. Menurutnya, sekretariat harus menjadi ruang bagi para cendekiawan untuk berdiskusi dan melahirkan gagasan.

“Yang jauh lebih penting, sekretariat merupakan ruang untuk bertukar pikiran, berdiskusi, dan melahirkan gagasan-gagasan besar,” kata Arif.

Arif juga menyoroti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, termasuk kecerdasan buatan (AI), teknologi kuantum, genomik, teknologi nuklir, hingga teknologi antariksa.

Menurut dia, Indonesia harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Namun, teknologi yang dikembangkan harus tetap diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Teknologi tidak boleh hanya berkembang untuk kepentingannya sendiri, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Dia mencontohkan penguatan UMKM yang membutuhkan dukungan riset, inovasi, teknologi, serta pendampingan perguruan tinggi dan BRIN.

Arif menilai ICMI harus menjadi jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat. Para cendekiawan tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kepedulian, integritas, dan kebijaksanaan.

Baca Juga:  Kapolresta Ambon Hadiri Rakor Bersama Kemendagri

“Kecendekiaan bukan sekadar memiliki otak yang cerdas atau gelar akademik yang tinggi. Seorang intelektual sejati adalah mereka yang mampu memadukan kecerdasan dengan hati nurani,” katanya.

Dorong Hilirisasi Potensi Maluku

Arif juga mendorong penguatan kolaborasi antara ICMI Maluku dengan Universitas Pattimura, UIN, perguruan tinggi lainnya, pemerintah daerah, serta BRIN.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi hasil riset dan meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas unggulan Maluku.

Menurut Arif, Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya di sektor kelautan. BRIN bahkan memiliki satuan kerja di Ambon yang berfokus pada penelitian laut dalam.

“Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan sangat potensial. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat dikelola menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat Maluku,” katanya.

Dia menegaskan pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Transformasi ekonomi harus berjalan beriringan dengan transformasi sosial dan teknologi.

“Transformasi ekonomi tidak boleh berjalan tanpa transformasi sosial,” ujarnya.

Arif berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, BRIN, ICMI, dan seluruh pemangku kepentingan dapat membangun ekosistem kolaboratif untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif.

Dia juga menyampaikan rencana pengembangan Rumah Inovasi di berbagai daerah sebagai wadah pengembangan inovasi untuk mendorong transformasi masyarakat.

Arif mengapresiasi ICMI Wilayah Maluku yang dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar VIII. Menurutnya, ini merupakan kali pertama Muktamar ICMI digelar di Maluku.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *