SNI.ID, SAPARUA TIMUR – Pemerintah Negeri Adm Mahu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup panjang dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah di Maluku, khususnya Maluku Tengah.
Kepala Pemerintahan Negeri Mahu, Christina M. Lawalata, mengatakan pihaknya telah menerima surat edaran terkait upaya pencegahan karhutla. Surat edaran tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui corong negeri.
“Kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah, tidak membakar lahan, dan tidak membuang puntung rokok secara sembarangan,” kata Christina, kepada media ini diruang kerjanya, Rabu (7/10/26) .
Christina menyebutkan, berdasarkan pemantauan pemerintah negeri, kondisi di Negeri Mahu hingga saat ini masih aman. Meski demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pantauan kami di negeri masih aman. Kami selalu memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati karena kondisi sekarang ini panas dan berlangsung berkepanjangan,” ujarnya.
Selain mengingatkan masyarakat di wilayahnya, Christina juga menyampaikan keprihatinan terhadap warga di sejumlah wilayah yang telah terdampak musibah kebakaran.
Ia berharap pemerintah desa setempat, pemerintah daerah, hingga Pemerintah Provinsi Maluku memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak.
“Harapan kami, semoga katong di Mahu semua boleh baik-baik saja. Dan kepada saudara-saudara katong yang sementara mengalami musibah kebakaran, semoga ada perhatian dari pemerintah desa setempat, pemerintah daerah, bahkan juga pemerintah provinsi,” Harap Christina.









