Leleury: Semangat Pattimura Keluarkan Masyarakat Dari Kemiskinan

  • Whatsapp

Malteng, SNI.ID – Perjuangan ini harus untuk membebaskan kita dari kebodohan kemiskinan kemelaratan yang itu yang memang semangat Pattimura itu kalau dulu Pattimura berperang dengan parang salawaku tombak dengan alat-alat perang yang memang sederhana tapi saat ini kita bukan lagi berperang dengan kita harus berperang melawan ibu pertiwi kita.

Hal ini disampaikan wakil bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury kepada wartawan usai mengikuti upacara HUT Pattimura ke-204, dilapangan merdeka saparua, Sabtu (15/5/21).

Menurutnya, kita harus merubah mindset kita supaya kita lihat anak-anak muda Maluku nih harus semangat yang dikobarkan tuh harus membara di dalam kehidupan generasi muda kita sehingga demikian Kita terbebas dari hal-hal yang menakutkan hal-hal yang bodoh.

Ia mengatakan masyarakat harus punya masa depan yang luar biasa yang di mana kita di sini di Indonesia di Maluku kita punya sumber daya alam luar biasa potensi-potensi yang luar biasa mari semua bersama-sama kembangkan demi mewujudkan Maluku yang lebih sejahtera damai.

“Saya berharap supaya masyarakat kita tidak hanya pangku tangan, tetapi mereka harus rubah pola pikir mereka dan pola laku mereka. Supaya kita tidak lagi berada dalam tingkat tingkat kemiskinan atau kita harus sejajar dengan suku-suku yang lain di Indonesia,”harapnya.

Sementara itu, Camat Saparua Drs.Soter Naimena menjelaskan kegiatan pattimura ke-204 ini memang, tetap dilakukan dengan kondisi protokol kesehatan yang masih bertahan sampai dengan saat ini. Dengan demikian perayaan dilaksanakan tetapi secara sederhana.

Ia mengatakan kegiatan ini diakomodir oleh Pemerintah Provinsi Maluku, dan dilaksanakan di masing-masing tempat. HUT Pattimura di laksanakan di 3 tempat yakni Ambon, Saparua dan Masohi.

Untuk Upacara HUT Pattimura ke-204 di Saparua, Wakil Bupati Maluku Tengah sebagai inspektur upacara sementara di Masohi Bupati Maluku Tengah sebagai inspektur upacara.

Baca Juga:  Danramil 04/Salahutu Hadiri Pengukuhan dan Peresmian Badan Pengurus Club Tunas Harapan FC

“Pembakaran obor tidak dilaksanakan di gunung saniri, kesepakatan dari lautupati, dan ijin pemerintah kabupaten maluku tengah, maka pembayaran api obor. Dilaksanakan tidak dengan penadahan atau pengarakan dari negeri ke negeri. Biasanya dari gunung saniri di bawah ke masing-masing negeri yang ada di saparua,”katanya.

Menurutnya, kali ini pelaksanaan HUT Pattimura dilaksanakan sederhana pelaksanaan bakar obor di lapangan, kemudian untuk rangkaian kegiatan 14 Mei malam dilakukan renungan suci atau meditasi, kemudian dilanjutkan 15 Mei untuk melakukan upacara dan syukuran HUT Pattimura.

“Kami berharap dengan semangat pahlawan pattimura ini, bisa membuat kita bisa bekerja menggunakan akar nalar yang baik. Kemudian menjauhkan perilaku-perilaku negatif seperti minuman keras, suka ribut,”ungkapnya.

Ia menambahkan masyarakat harus kembali ke perilaku kita sebagai anak negeri yang punya adat yang luar biasa dengan mengedepankan kepentingan orang banyak, jangan hanya memikirkan diri sendiri. Dan persoalan antar negeri bisa diminimalisir dan juga pergerakan yang mengganggu ketertiban bisa di hindari. (SNI-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *