Badan Keamanan Laut (Bakamla) Ambon perkuat Sinergitas dengan Insan Media 

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Guna memperkuat sinergitas antara Insan Media dengan Bakamla Ambon, Kepala Zona Bakamla Timur melakukan Temu Wartawan yang bertempat di Pangkalan Armada Keamanan Laut Zona Maritim Timur, Jumat (30/09/2022).

Kepala Zona Bakamla Timur, Laksma Bakamla Dr. Haris Djoko Nugroho, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kebijakan dari Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia, dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi dengan para wartawan dan juga komunitas perhotelan.

Diawali dengan senam pagi serta jalan santai yang diikuti oleh anggota Bakamla Ambon, kemudian dilanjutkan dengan sharing informasi terkait dengan Tugas dan Kewenangan Bakamla Dalam Menjaga Keamanan dan Keselamatan di Maluku yang disampaikan langsung oleh Kepala Zona Bakamla Timur.

Sesi sharing informasi ini dilakukan di dalam Kapal KN Ular Laut yang merupakan salah satu kapal Bakamla dan dipimpin langsung oleh Kepala Zona Bakamla Timur.

Pada kesempatan ini, Laksma Bakamla Dr. Haris Djoko Nugroho menjelaskan betapa luar biasa strategisnya posisi Indonesia, dengan memiliki 3 ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia), memiliki 4 Choke Point yaitu di Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makasar, dan Selat Lombok. Serta Indonesia memiliki Perbatasan Laut dengan 10 Negara Tetangga.

Choke Point adalah alur sempit di laut yang sangat strategis, menghubungkan antara satu perairan yang lebih besar ke perairan yang lebih besar lagi.

“Di dunia terdapat 9 Choke Point dan 4 diantaranya berada di Indonesia, dan kita ada di Selat Ombai yang masuk di ALKI 3, dan ALKI 3 merupakan wilayah atau kawasan kerjanya dari Bakamla Zona Timur” jelas Laksma Bakamla Dr. Haris Djoko Nugroho.

Haris Djoko Nugroho mengajak kita semua untuk bersyukur atas apa yang telah Tuhan tetapkan bagi Negara ini terlebih dengan posisi laut yang sangat strategis, jalur laut merupakan pintu gerbang ekonomi Indonesia maka siapa yang menguasai lautan akan menguasai jalur perdagangan dunia.

Baca Juga:  Babinsa Jajaran Kodim 1504/Ambon Dampingi Purnawirawan Dan Warakawuri suntik Vaksin Covid-19

Pada Tahun 2014 Pemerintah Indonesia menetapkan Undang-Undang Kelautan No. 32 yang merupakan cantolan berdirinya Bakamla dan juga Membangkitkan kembali visi poros maritim dunia yaitu merupakan sikap geopolitik sebagai negara maritim dunia, dikarenakan kita adalah wilayah seribu pulau maka laut harus ditata.

Kepala Zona Bakamla Timur juga menjelaskan bahwa Undang-Undang Kelautan No. 32 Tahun 2014 ini mengatur yang berhubungan dengan laut dan atau kegiatan di wilayah laut yang meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya, kolom air dan permukaan laut, termasuk wilayah pesisir dan pulau-pulau.

“Dengan UU kelautan ini maka kepentingan nasional dapat dicapai dengan menggunakan lingkungan maritim sebagai salah satu medianya,” jelasnya.

Laksma Bakamla Dr. Haris Djoko Nugroho juga menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan (pasal 59, 60, 61, 62, 63) dicantumkan salah satu institusi baru yaitu Bakamla. Dan Bakamla melakukan Tugas, Fungsi, serta wewenangnya dengan berdasar pada Perpres No. 178 Tahun 2014 tentang Bakamla.

Pada kesempatan ini juga, Haris Djoko Nugroho menyampaikan ada beberapa Giat Zona Bakamla Timur yang sudah dilakukan diantaranya Operasi Laut Bakamla Zona Timur, SAR Gabungan, Sinergitas Antar Stakeholder, dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Bantuan Sosial yang terbagi lagi kedalam beberapa kegiatan diantaranya :

1. Sosialisasi relawan penjaga laut nusantara (RAPALA) Bakamla RI.

2. Pembentukan desa relawan penjaga laut nusantara (RAPALA) Bakamla RI di desa Latuhalat, Ambon.

3. Sosialisasi pentingnya keselamatan kerja di kapal dan dokumentasi atau sertifikat pendukung kelaiklautan kaoak wilayah zona maririm timur Bakamla RI.

4. Sosialisasi tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi.

5. Sosialisasi pencairan dan pertolongan di laut.

Baca Juga:  Atlet Puteri Anggota Kodam XVI/Pattimura Harumkan Nama Bangsa Dikancah Internasional

6. Sosialisasi keamanan dan keselamatan laut.

7. Wisata peduli.

8. Penanaman mangrove.

Turut hadir media-media yang menjalin kerjasama dengan Bakamla Ambon serta dari Pihak Hotel Santika, seluruh rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan jamuan makan bersama. (SNI-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *