SMK Negeri 6 Ambon Kukuhkan 214 Lulusan dan Luncurkan TEFA Tempat Penitipan Anak

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON – SMK Negeri 6 Ambon secara resmi melepas dan mengukuhkan 214 siswa kelas 12 dari enam jurusan kompetensi keahlian dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di lingkungan sekolah pada Jumat (9/5/2025). Momen ini menjadi bersejarah, karena bersamaan dengan peluncuran Teaching Factory (TEFA) berupa Tempat Penitipan Anak (TPA) sebagai bagian dari penguatan jurusan Pekerjaan Sosial.

Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, James Thomas Leiwakabessy, yang dalam sambutannya menyampaikan pesan motivatif kepada para lulusan. “Pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang kalian peroleh di SMK Negeri 6 Ambon ini hendaknya menjadi bekal untuk meraih cita-cita. SMK harus mampu bersaing secara nasional dan global, serta mengembangkan kompetensi 5C: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication, dan Computational Logic,” ungkap Leiwakabessy.

Kepala SMK Negeri 6 Ambon, Drs. Edward Luturmas, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya terhadap lulusan angkatan tahun ini yang merupakan generasi pertama dari Kurikulum Merdeka. “Mereka adalah barometer bagi adik-adik kelasnya dan bukti keberhasilan penerapan kurikulum baru. Ini menjadi tonggak penting bagi SMK Negeri 6 Ambon sebagai SMK Pusat Keunggulan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Luturmas juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, khususnya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 yang telah membantu pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan, seperti ruang praktik untuk berbagai jurusan, laboratorium IPA, dua ruang kelas baru, dan tujuh unit toilet siswa.

Sebagai bentuk apresiasi, tiga siswa terbaik dari Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) menerima penghargaan langsung dari Plt. Kepala Dinas. Mereka adalah:

Riki A. Fabelos – Lulusan Terbaik 1

Nuel Lisapalo – Lulusan Terbaik 2

Jonathan Huwae – Lulusan Terbaik 3


Peresmian Tempat Penitipan Anak (TEFA Pekerja Sosial) menjadi salah satu sorotan utama dalam acara ini. Leiwakabessy menyebut TEFA sebagai model pembelajaran berbasis produksi dan jasa yang memungkinkan siswa belajar langsung melalui praktik di lingkungan nyata. “Ini menjadi nilai jual sekaligus mendukung keberlanjutan pembiayaan pendidikan di SMK,” jelasnya.

Acara juga diwarnai dengan ungkapan terima kasih dari perwakilan orang tua siswa yang mengapresiasi dedikasi guru-guru dalam membimbing anak-anak mereka. Ia berharap sinergi antara sekolah dan orang tua terus terjalin untuk menciptakan generasi unggul ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, komite sekolah, pengurus MKKS Kota Ambon, perwakilan dunia usaha dan industri, serta para tenaga pendidik dan orang tua siswa.

Adapun enam jurusan kompetensi keahlian yang saat ini dikembangkan di SMK Negeri 6 Ambon meliputi:

1. Pekerjaan Sosial

2. Keperawatan dan Caregiver

3. Desain Komunikasi Visual/Multimedia

4. Akuntansi

5. Teknologi Laboratorium Medik

6. Teknologi Farmasi


Dengan momentum ini, SMK Negeri 6 Ambon menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap kerja dan berdaya saing tinggi di era modern.

Baca Juga:  JMSI Maluku Bentuk Panitia Jelang Pelantikan dan Raker

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *