SNI.ID, Maluku Tengah – Kondisi jalan lingkar Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, semakin memprihatinkan. Jalan sepanjang 24,8 kilometer yang menghubungkan tujuh negeri di pulau tersebut mengalami kerusakan berat, bahkan sejumlah ruas nyaris putus akibat abrasi dan longsor. Masyarakat setempat pun mendesak perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku dan instansi terkait.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan, beberapa ruas jalan seperti dari Negeri Leinitu ke Titawai dan dari Titawai ke Abubu hampir putus akibat abrasi yang telah menghantam badan jalan. Sementara itu, jalan dari Negeri Nalahia menuju Sila juga terancam putus karena longsor. Kondisinya sangat memprihatinkan, dengan permukaan jalan yang hanya berupa tanah dan batu, sehingga warga yang menggunakan kendaraan roda dua terpaksa turun dan mendorong motor mereka agar tidak tergelincir.
Kerusakan juga parah di ruas jalan antar Negeri Ameth dan Nalahia yang kerap berlumpur saat musim hujan tiba. Lumpur berasal dari longsoran tanah di badan gunung yang belum mendapatkan penanganan.
Raja Negeri Ameth, Wem Derek Parinussa, yang juga merupakan pemimpin di ibu kota Kecamatan Nusalaut, meminta perhatian khusus dari pemerintah. “Jangankan antar negeri, di dalam negeri saja jalan-jalannya rusak. Kami sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Raja Negeri Abubu, Risart Artur Manusama, yang meminta agar pemerintah kabupaten, provinsi, bahkan pusat turut turun tangan. “Jangan tutup mata dengan kondisi jalan Nusalaut yang sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Raja Negeri Sila, Ferdinand Soselisa, juga menyoroti kondisi kritis di ruas jalan Negeri Sila dan Nalahia, terutama di lokasi Tanjung Tolo yang hampir putus. Ia berharap perbaikan segera dilakukan agar akses antar negeri tidak terputus total.
Ketiga raja ini mewakili suara para pemimpin adat di tujuh negeri se-Kecamatan Nusalaut yang terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperjuangkan perbaikan jalan. Mereka menyayangkan janji dari dinas terkait yang sebelumnya telah mengumumkan pengerjaan jalan tersebut, namun hingga kini belum direalisasikan.
“Kami berharap pemerintah segera bertindak. Nusalaut memiliki banyak putra-putri terbaik yang telah mengabdi di berbagai tingkatan, dari daerah hingga pusat. Sudah seharusnya pulau ini mendapat perhatian yang layak,” pungkas Parinussa.
Redaksi SNI-JP










