Bentrok Antarkelompok Pemuda di Pantai Wainitu Ambon, Tiga Orang Terluka

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda asal Batugantong terhadap salah satu pemuda Kei memicu bentrokan antarkelompok di kawasan Pantai Wainitu, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (10/6) sekitar pukul 18.30 WIT.

Menurut saksi mata, Elsye Rikumahu (41), kejadian bermula saat dirinya melihat sekitar enam pemuda sedang mengonsumsi minuman keras di Pantai Wainitu. Ketika ditegur, salah satu pemuda menyebut mereka berasal dari Batugantong. Tidak lama setelah itu, saksi mendengar adanya pelemparan rumah dan melihat aksi saling lempar batu antara pemuda Batugantong dengan warga sekitar RT 002 RW 005 OSM Wainitu. Saksi kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Bentrok kemudian meluas hingga melibatkan kelompok pemuda dari RT 005 RW 05 dan RT 002 RW 06 Asmil OSM dengan kelompok pemuda Pantai Wainitu RT 002 RW 05. Pihak kepolisian dari Polsek Nusaniwe yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Johan Anakotta tiba di lokasi pada pukul 21.27 WIT dan berupaya membubarkan massa. Mereka dibantu oleh Unit PRC Polresta Ambon dan Dit. Sabhara Polda Maluku.

Meski situasi sempat terkendali, ketegangan kembali memuncak sekitar pukul 22.30 WIT. Kelompok pemuda dari beberapa RT kembali berkumpul di depan Asmil OSM Wainitu di Jalan NN Saar Sopacua dan melakukan aksi pelemparan batu karena menduga adanya keterlibatan kelompok pemuda RT 03, RT 04, dan RT 05 RW 06 dalam kerusuhan sebelumnya.

Aparat kepolisian kembali turun tangan dan berhasil membubarkan massa. Namun, insiden tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka. Heriski De Fretes (25) terkena anak panah di dada kanan dan dirawat di RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Stenly Passa (36) mengalami luka robek di betis kanan dan dirawat di RS Tk II dr. J. A. Latumeten Ambon. Sementara Pedro Sahureka (56) mengalami luka pada betis dan lutut kiri.

Tidak ada kerusakan material dalam kejadian tersebut, namun situasi sempat mencekam hingga akhirnya dinyatakan kondusif setelah penanganan dari aparat keamanan serta peran tokoh agama dan masyarakat setempat.


Redaksi: SNI-02

Baca Juga:  Pangkogabwilhan III Silaturahmi dengan Prajurit TNI dan Pengungsi di Pulau Haruku

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *