Lantamal IX Ambon Musnahkan 27 Senjata Api Ilegal dan Ribuan Amunisi

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon menggelar konferensi pers terkait pemusnahan puluhan senjata api ilegal dan ribuan butir amunisi hasil operasi penggalangan di wilayah Maluku, di Mako Lantamal IX Ambon, Kamis (12/6/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di kawasan yang sebelumnya sempat terdampak konflik.

Dalam kegiatan yang dilakukan secara virtual bersama berbagai instansi terkait, dilaporkan bahwa pemusnahan ini mencakup 27 pucuk senjata api, baik laras panjang maupun laras pendek, serta 6.342 butir amunisi. Selain itu, ditemukan juga beberapa granat asap dan tiga granat lontar.

Wakil Komandan (Wadan) Lantamal IX Ambon Kolonel Laut (P) Batos Leksono, CHRMP menyampaikan bahwa senjata dan amunisi tersebut sebagian besar merupakan peninggalan dari konflik masa lalu dan diserahkan secara sukarela oleh masyarakat, terutama dari wilayah Seram dan Maluku Barat Daya (MBD).

“Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata api rakitan atau amunisi untuk menyerahkannya secara sukarela tanpa proses hukum. Tujuannya adalah demi menjaga keamanan bersama,” ujar Wadan kepada wartawan dalam konferensi pers.

Menurut Wadan, barang-barang tersebut merupakan hasil kerja sama tim intelijen TNI AL bersama instansi lain seperti Polda Maluku, BNN, BIN, dan Kesbangpol selaku  perwakilan pemerintah daerah.

“Kolaborasi ini diapresiasi sebagai bentuk sinergitas yang perlu terus dilanjutkan untuk mencegah penyalahgunaan senjata dan menciptakan rasa aman di masyarakat,”pungkasnya.

Ia menjelaskan pemusnahan senjata dilakukan dengan cara dipotong menggunakan gurinda, sedangkan amunisi dicampur semen dan dikubur di lokasi yang telah disiapkan.

“Untuk amunisi, kami tidak memiliki alat peluncur sehingga pemusnahan dilakukan sesuai prosedur keamanan yang ketat,” jelasnya.

Ia menambahkan jenis senjata yang dimusnahkan umumnya memiliki kaliber 5,56 mm, 7,6 mm, dan 45 mm—yang biasa digunakan pada senjata laras panjang dan pistol. Penyerahan terakhir tercatat pada Januari 2025 berupa satu pucuk pistol dan 44 butir amunisi tajam berbagai kaliber.

“Dengan langkah ini, Lantamal IX Ambon berharap dapat terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah Maluku secara berkelanjutan,”tutupnya. (*)

Baca Juga:  Pangdam Pattimura Serahkan Handtractor Bantuan Presiden Kepada Poktan

Redaksi:  SNI-02

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *