Fakultas Sains dan Teknologi Unpatti Rayakan Dies Natalis ke-27, Fokus Bangun Generasi Maluku yang Cerdas dan Inovatif

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menggelar acara puncak Dies Natalis ke-27 dengan tema “Teknologi Membangun Generasi Maluku yang Cerdas, Berkarakter dan Inovatif”, Jumat (4/7/25). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam transformasi kelembagaan dari sebelumnya Fakultas MIPA menjadi FST, sekaligus refleksi terhadap pencapaian dan tantangan yang dihadapi ke depan.

Dalam sambutannya Dekan FST Unpatti, Dr. Henry Junus Wattimanela, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 27 tahun bukanlah perjalanan singkat, melainkan rentang waktu yang penuh perjuangan, dedikasi, dan pencapaian.

“Kita semua berada di sini karena kontribusi besar para pendahulu, pemimpin, dosen, staf, alumni, dan mahasiswa yang telah memberi warna dan pondasi bagi fakultas tercinta ini,” ujarnya.

Tema Dies Natalis tahun ini, lanjut  Wattimanela, menjadi panggilan sekaligus komitmen bersama untuk membentuk generasi Maluku yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu berpikir kritis dan solutif. Karakter menuntut integritas, etika, dan kepedulian sosial, sementara sikap inovatif harus diwujudkan dalam keberanian mengambil inisiatif serta menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

“Saat ini, FST Unpatti menaungi 11 program studi, dengan penambahan dua program studi baru yang akan menerima mahasiswa pada tahun akademik 2025/2026, yaitu Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi. Fakultas juga sedang memproses pembukaan Program Studi Gizi sebagai bentuk respon terhadap kebutuhan pembangunan kesehatan masyarakat berbasis IPTEK,”ungkapnya.

Menurutnya, dalam pencapaian akademik, sejumlah program studi di FST telah memperoleh akreditasi membanggakan. Program Studi Fisika dan Matematika telah meraih akreditasi “Unggul”, sementara Statistika, Biologi, dan Ilmu Komputer terakreditasi “Baik Sekali”. Program Studi Bioteknologi dan Sistem Informasi memperoleh akreditasi “Baik”, dan Prodi Sains Biomedis kini sedang dalam proses akreditasi.

Baca Juga:  Menang Praperadilan, Kasus Cuitan Maureen Vivian Kapan Dibuka

“Pimpinan universitas juga tengah mendorong Prodi Biologi dan Fisika menuju akreditasi “Unggul” dan internasional, sebagai wujud komitmen peningkatan mutu pendidikan tinggi. Dari sisi sumber daya manusia, sebagian besar dosen FST telah bergelar doktor (S3), dan sejumlah lainnya tengah menempuh pendidikan doktoral. Beberapa dosen bahkan telah menyandang gelar guru besar, didukung tenaga administrasi dan laboran yang profesional dan berdedikasi,”pungkasnya.

Ia menambahkan jumlah mahasiswa aktif kini telah mencapai lebih dari 1.400 orang, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di FST. Selain itu, berbagai jurnal ilmiah yang dikelola dosen FST telah terakreditasi nasional dan beberapa terindeks di Scopus, menunjukkan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Menutup sambutannya, Wattimanela menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk para dosen, mahasiswa, alumni, mitra, donatur, pemerintah daerah dan kota, serta panitia pelaksana.

“Mari kita terus bersinergi dan berinovasi, membawa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura menuju masa depan yang lebih gemilang,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura (Unpatti) pada tahun 2025 Dr. Dominggus Malle, S.Pt.,M.Sc dalam sambutannya menyoroti pentingnya transformasi FST dari Fakultas MIPA agar mampu menjawab tantangan zaman.

Ia menegaskan bahwa tanpa transformasi, fakultas hanya akan memiliki empat prodi utama (Matematika, Biologi, Fisika, Kimia), namun dengan inovasi, kini hadir prodi-prodi baru seperti Bioteknologi, Sains Biomedik, dan Farmasi.

“Masih ada tantangan dalam hal input mahasiswa yang minim pada prodi-prodi dasar seperti Fisika dan Kimia. Ini menjadi pekerjaan rumah untuk membangun minat generasi muda Maluku terhadap basic sciences, yang sebenarnya merupakan fondasi pembangunan teknologi negara-negara maju,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya segera memenuhi akreditasi minimum bagi prodi baru, agar institusi dapat mengikuti proses akreditasi secara keseluruhan.

Baca Juga:  Perangi Hoax dan Bijak Bermedia Sosial, Wadah Pelpri Jemaat Gideon Wayari Lakukan Aksi Bagi Stiker dan Selebaran

“Peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan kenaikan jabatan fungsional dosen juga menjadi syarat penting untuk meningkatkan mutu dan akreditasi fakultas,”tekannya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath turut dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian FST Unpatti.

Ia menekankan bahwa universitas memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan jumlah mahasiswa hampir 30 ribu orang, jika satu orang membelanjakan dua juta rupiah per bulan, maka ada perputaran dana sekitar 60 miliar rupiah di Kota Ambon. Ini adalah kontribusi besar Unpatti terhadap ekonomi lokal,” ujar Vanath.

Ia juga menegaskan pentingnya menciptakan lapangan kerja dan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, menargetkan menciptakan 1.000 entrepreneur dalam lima tahun ke depan dari berbagai sektor, termasuk pertanian dan perikanan.

“Saya berharap lulusan FST Unpatti tidak hanya menjadi ilmuwan, tapi juga pelaku usaha yang mampu mengembangkan potensi daerah,” ucapnya.

Vanath juga menyampaikan niat pribadinya untuk melanjutkan pendidikan S3 di Unpatti, khususnya dalam bidang pertanian, berdasarkan pengalaman praktiknya sebagai petani pala.

Sebagai penutup, acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku sejarah Fakultas Sains dan Teknologi yang diserahkan langsung kepada Dekan FST, sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan transformasi dan kontribusi institusi terhadap pendidikan tinggi di Maluku.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri oleh civitas akademika, pimpinan universitas, pejabat pemerintah, alumni, dan mitra kerja. Dies Natalis ke-27 ini menjadi tonggak penting dalam langkah FST Unpatti menuju lembaga pendidikan tinggi yang adaptif, produktif, dan relevan bagi kemajuan daerah dan bangsa. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *