SNI.ID, SAPARUA : Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Frangky Loupatty, memberikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX dalam upaya pengembangan wilayah dan pelestarian budaya di Maluku Tengah, khususnya kawasan budaya Lease.
Ia menilai penyelenggaraan festival yang digelar BPK menjadi momentum awal bagi kebangkitan kebudayaan orang Lease.
“Sebagai wakil rakyat, kami mengapresiasi BPK Wilayah 20 terkait pengembangan wilayah di Maluku Tengah, terutama budaya Lease. Harapan kami, ini menjadi moment awal kebangkitan kebudayaan orang Lease,” kata Loupatty, kepada wartawan, Rabu (10/12/25).
Namun ia mengingatkan bahwa festival dengan anggaran besar harus memberikan dampak positif bagi kemajuan dan pendapatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Saparua.
Loupatty mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kecamatan untuk menghadirkan festival serupa secara rutin.
Ia menilai sejumlah momentum besar, seperti peringatan HUT Pattimura, masih memiliki ruang kosong yang dapat diisi dengan agenda budaya.
“Kita berharap ada agenda-agenda yang mengisi ruang tersebut, seperti kegiatan hari ini,” ujarnya.
Ke depan, ia menargetkan adanya lomba-lomba tradisional yang melibatkan negeri-negeri tetangga dan dimeriahkan artis lokal.
Menurutnya, hal ini bukan hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga sarana bagi pemerintah untuk melihat potensi kreatif masyarakat.
Loupatty mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan kepada BPK Wilayah XX agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan konsolidasi yang baik, melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah kabupaten hingga pemangku adat, seniman, dan budayawan.
“Animo masyarakat sangat besar. Ada sekitar 40 sanggar yang mendaftar, tetapi yang tervalidasi hanya 15 sanggar pada malam ini,” katanya.
Ia berharap kegiatan budaya tidak berhenti pada satu event, tetapi berkelanjutan dan mampu menarik minat masyarakat.
Lebih jauh, Loupatty menekankan pentingnya menghadirkan kolaborator yang dapat mendukung UMKM lokal.
“Intinya, kegiatan seperti ini harus memberi efek multipel. Bukan hanya peningkatan budaya, tetapi juga peningkatan pendapatan masyarakat,” tegasnya.










