Gotong Royong Anak Negeri Warnai Tutup Atap Baileo Siri Sori Amalatu, KPN Beri Apresiasi

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA TIMUR : Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Siri Sori Amalatu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Losir J. Kesaulija, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terlaksananya pekerjaan rumah adat yang sempat tertunda beberapa hari sebelumnya.

Ia mengaku bersyukur karena pada akhirnya proses tersebut dapat terlaksana dengan baik hingga hasilnya bisa disaksikan bersama oleh seluruh masyarakat.

“Hari ini beta sangat senang sekali, karena hari ini bukan hari pertama, tapi pekerjaan yang tertunda beberapa hari lalu, dan hari ini baru bisa terlaksana,” ujar Losir dalam penyampaiannya kepada wartawan usai penutupan atap baileo di Siri Sori Amalatu, Jumat (10/4/26).

Losir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Negeri Siri Sori Amalatu atas dukungan dan partisipasi yang diberikan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah adat tersebut.

Menurutnya, tanpa keterlibatan masyarakat, pekerjaan rumah adat yang dimulai sejak pagi hari tidak mungkin dapat diselesaikan sampai selesai.

Ia mengungkapkan, dukungan masyarakat datang bukan hanya dari warga yang tinggal di negeri, tetapi juga dari warga Siri Sori Amalatu yang berdomisili di berbagai daerah bahkan luar negeri.

“Terima kasih banyak karena tanpa dukungan partisipasi masyarakat, rumah adat yang kita kerjakan dari pagi tidak akan bisa selesai. Dukungan datang dari masyarakat yang ada di negeri, Ambon, Papua, Jakarta, bahkan sampai di Belanda,” katanya.

Losir menegaskan rumah adat bukan milik pemerintah negeri maupun milik pribadi kepala pemerintahan atau tokoh adat, melainkan milik seluruh masyarakat Negeri Siri Sori Amalatu secara utuh.

Ia berharap masyarakat memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga dan merawat rumah adat sebagai simbol pemersatu orang basudara.

“Rumah adat ini bukan punya pemerintah, bukan punya kepala tua sendiri, tapi punya masyarakat secara utuh. Ini tanda ingat bagi seluruh masyarakat untuk bertanggung jawab menjaga rumah adat,” tegasnya.

Baca Juga:  Jelang HUT Bhayangkara Ke-79, Polsek Saparua dan Polsubsektor Saparua Timur Gelar Bakti Religi di Masjid Baiturrahman Siri Sori Islam

Ia juga menambahkan bahwa rumah adat memiliki peran penting dalam sejarah kehidupan masyarakat, karena sebelum hadirnya gereja, rumah adatlah yang menjadi tempat pemersatu masyarakat dalam satu persekutuan.

“Dari sinilah leluhur mempersatukan kita semua sebagai satu persekutuan orang basudara, karena sebelum gereja, rumah adat inilah yang bisa mempersatukan kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Losir mengajak seluruh anak negeri untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kontribusi nyata bagi negeri.

Ia menekankan bahwa yang terpenting bukanlah apa yang masyarakat harapkan dari negeri, melainkan apa yang bisa diberikan masyarakat untuk membangun negeri melalui karya dan tanggung jawab bersama.

“Bukan apa yang mereka minta dari negeri ini, tapi apa yang mereka bisa berikan bagi negeri lewat hasil karya mereka hari ini,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *