Halal Bihalal NUSAMBA Jadi Momentum Perkuat Perdamaian Umat Beragama di Maluku

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Warga NUSAMBA (Nusalaut-Ambalau) menggelar seruan Halal Bihalal NUSAMBA dengan tema “Nusamba Menjadi Laboratorium Perdamaian Umat Beragama di Maluku untuk Indonesia” yang berlangsung di Islamic Center Ambon, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolda Maluku, Kasdam XV/Pattimura, Danlantamal, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, Frans Huka, dalam laporannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal NUSAMBA mengangkat tema besar “Nusamba Menjadi Laboratorium Perdamaian Umat Beragama di Maluku dan Indonesia” dengan subtema “Refleksi Halal Bihalal: Memperkuat Silaturahmi Persaudaraan di Maluku.”

Menurutnya, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 800 peserta yang terdiri dari warga NUSAMBA dan para undangan.

“Pada malam hari ini jumlah peserta yang hadir kurang lebih 800 orang,” ujar Frans.

Sementara itu, Sekjen Presidium NUSAMBA, Jani Parinussa menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, namun menjadi momen penting untuk menyatukan hati serta mempererat persaudaraan masyarakat Nusalaut dan Ambalau.

“Halal bihalal bukan hanya mempertemukan fisik kita, tetapi juga momen untuk menyatukan hati dan mempererat hubungan persaudaraan, khususnya hubungan adik-kakak satu rahim Nusalaut dan Ambalau,” katanya.

Ia menuturkan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut mengajak semua pihak untuk merenungkan makna kebersamaan yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Menurutnya, nilai-nilai Ramadan yang telah berlalu harus terus dijaga, karena yang pergi hanyalah waktunya, sementara nilai keikhlasan, kesabaran, dan pengendalian diri harus tetap hidup dalam keseharian.

“Kadang yang membuat jarak di antara kita bukan masalah besar, tapi hal-hal kecil seperti ucapan yang menyinggung atau kesalahpahaman yang dibiarkan berlarut,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk menjadikan Halal Bihalal sebagai momentum meruntuhkan sekat-sekat dan saling memaafkan.

Baca Juga:  Tips Berkendara Melewati Genangan Air saat Musim Hujan

Ia juga menyinggung kuatnya ikatan sejarah persaudaraan Nusalaut dan Ambalau yang sejak dahulu dikenal saling membantu dan bergotong royong.

Bahkan, kata dia, pada tahun 1968 masyarakat pernah berinisiatif mengirim sejumlah guru untuk mengajar demi membangun pendidikan generasi muda.

“Kita mungkin berbeda pulau, berbeda keyakinan, tetapi tetap memiliki rasa persaudaraan dan tanggung jawab yang sama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal NUSAMBA yang dinilainya sebagai tradisi luar biasa dan menjadi warisan budaya leluhur yang sangat berharga.

“Tradisi halal bihalal ini merupakan warisan budaya leluhur kita yang tidak ada duanya di dunia. Warisan yang sangat berharga ini menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan kekuatan sosial masyarakat kita,” kata Gubernur.

Gubernur juga menyinggung kondisi ekonomi global yang saat ini sedang tidak baik-baik saja dan dampaknya turut dirasakan hingga daerah.

Namun, ia menegaskan masyarakat tidak boleh menyerah dan harus tetap kuat menghadapi tantangan.

“Kita tidak punya pilihan lain selain bertahan, menyesuaikan diri, dan melewati masa-masa sulit ini bersama-sama,” ujarnya.

Terkait pembangunan daerah, Gubernur menyebut kondisi anggaran di Nusalaut masih terbatas, namun pemerintah tetap berupaya membangun infrastruktur yang belum tuntas.

Ia juga menyoroti kondisi jalan di Pulau Ambalau yang menurutnya sangat penting untuk menunjang usaha masyarakat.

Gubernur menyampaikan rencana untuk memperjuangkan perubahan status jalan Ambalau menjadi jalan provinsi agar bisa ditangani pemerintah provinsi.

“Kalau statusnya sudah menjadi jalan provinsi, maka saat ada anggaran, saya pasti bangun,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur mengajak generasi muda Nusalaut dan Ambalau untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan keterlibatan organisasi.

Baca Juga:  Prajurit Pattimura Hadiri Peringatan Isra Miraj 1444H dan Istighosah

Ia menekankan pentingnya kemampuan dan keterampilan dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Silakan berorganisasi, karena organisasi melatih public speaking dan kepemimpinan. Tapi jangan sampai melupakan studi,” pesannya.

Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Halal Bihalal NUSAMBA merupakan potret toleransi yang nyata dan bukan rekayasa.

“Ini bukan drama, ini fakta. Ini warisan budaya leluhur kita. Mari kita jaga, kita rawat, kita perkuat, dan kita jadikan sebagai modal sosial dan modal budaya untuk kemajuan daerah,” pungkasnya.

Pemberian bantuan oleh bapak Gubernur Maluku secara simbolis kepada 14 anak mewakili 14 negeri di kedua pulau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *