Pemerintah Negeri Mahu Ajak Warga Tahan Diri dan Jaga Persaudaraan Pascainsiden di Tuhaha

SNI.ID, SAPARUA TIMUR — Kepala Pemerintahan Negeri Administratif Mahu, Christina M. Lawalata, mengajak masyarakat tetap menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi menyusul insiden yang mengakibatkan seorang warga Negeri Mahu meninggal dunia.

Christina mengatakan, pemerintah negeri telah bertemu dengan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Saniri Negeri, dan Majelis Jemaat untuk membahas langkah-langkah menjaga situasi tetap kondusif.

“Kapolresta menegaskan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh kepolisian dan meminta seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan agar tidak terjadi aksi balasan yang dapat memicu persoalan baru. Kami bersama seluruh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah negeri berkomitmen menjamin keamanan di Negeri Mahu. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana karena kasus ini sudah ditangani oleh kepolisian,” kata Christina.

Ia berharap Pemerintah Negeri Tuhaha bersama para tokoh masyarakat terus membangun komunikasi dan menyelesaikan setiap persoalan sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Selain itu, Christina menilai pengawasan terhadap generasi muda perlu diperkuat, terutama untuk mencegah konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya penertiban penggunaan kendaraan bermotor, seperti knalpot bising dan penggunaan musik dengan volume tinggi di kendaraan, yang dinilai berpotensi memicu perselisihan di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Christina, kepolisian juga mengajak pemerintah dan masyarakat mendukung upaya pemberantasan minuman keras serta memanfaatkan layanan darurat Polri 110 untuk melaporkan setiap gangguan keamanan agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Pemerintah Negeri Mahu telah menyampaikan imbauan melalui media sosial agar masyarakat, baik yang berada di Negeri Mahu maupun di perantauan, tidak mudah terprovokasi ataupun memprovokasi keadaan. Kami juga meminta agar tidak membawa-bawa nama negeri, karena peristiwa ini merupakan tindakan oknum dan bukan mewakili suatu negeri,” ujarnya.

Baca Juga:  Danlanud Pattimura Terima Kunjungan Panglima TNI dan Kapolri di Ksatrian Lanud Pattimura

Christina berharap hubungan persaudaraan antara masyarakat Negeri Mahu dan Negeri Tuhaha tetap terjaga. Menurut dia, kedua negeri memiliki ikatan sejarah sebagai orang basudara yang harus terus dipelihara.

“Kami ingin Negeri Mahu tetap hidup berdampingan secara damai dengan basudara di Tuhaha. Jangan sampai ada lagi korban akibat persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan dengan baik. Menjaga keamanan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat,” Harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *