SNI.ID, SAPARUA TIMUR – Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng) Mario Lawalata menyambangi keluarga almarhum Maicel Jacsen Lessil, siswa SMA Negeri 7 Maluku Tengah yang meninggal dunia usai menjadi korban penganiayaan sepulang sekolah pada 3 Agustus 2026.
Kunjungan berlangsung di Negeri Administratif Mahu, Kecamatan Saparua Timur, Rabu (12/8/2026), sebagai bentuk belasungkawa sekaligus kepedulian Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terhadap keluarga korban.
Dalam kesempatan itu, Mario Lawalata didampingi unsur Forkopimcam Pulau Saparua serta Kepala Pemerintah Negeri Administratif Mahu. Mereka juga menyerahkan santunan kematian kepada keluarga almarhum.
Di hadapan keluarga, Mario menyampaikan salam dan duka cita dari Bupati Maluku Tengah.
“Bapak Bupati menyampaikan salam hormat dan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga atas kepergian almarhum. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah hadir memberikan perhatian dan santunan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka. Semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi cobaan ini,” ujar Mario.
Terkait proses hukum, Mario menegaskan pemerintah daerah menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Untuk proses hukum, kami menyerahkannya kepada pihak yang berwenang agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Kasus ini kita serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa terduga pelaku telah diamankan aparat sehingga proses selanjutnya menjadi kewenangan kepolisian.
“Untuk pelakunya sudah tertangkap, dan kita sama-sama serahkan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Selain menemui keluarga korban, Wakil Bupati juga meminta Kapolsek Saparua dan Danramil Saparua terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Pulau Saparua.
Menurutnya, meninggalnya Maicel Jacsen Lessil menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama terkait keamanan pelajar dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Pemerintah juga mendorong seluruh unsur terkait meningkatkan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Usai mengunjungi keluarga korban, Keesokan harinya Kamis (13/8/26), Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Saparua Kompol M. Nanuru dan unsur Forkopimcam meninjau lokasi pembangunan Polsek Saparua Timur.
Tak hanya itu, Wakil Bupati juga meninjau Pos Pengamanan di Negeri Haria dan Negeri Porto. Kedua pos tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk diperbaiki sehingga dapat ditempati Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam rangka memperkuat pengamanan serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di kedua negeri tersebut.









