SNI.ID, SAPARUA : Operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) hari ketiga (H.3) terhadap seorang nelayan bernama Roy Souhoka yang dilaporkan terjatuh ke laut dari perahu katinting saat melaut di sekitar Perairan Desa Haria, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, masih belum membuahkan hasil.
Korban diketahui mengalami kecelakaan laut pada Kamis (9/4/2026). Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran namun korban belum ditemukan.
Pencarian dilanjutkan mulai pukul 08.00 WIT hingga 17.30 WIT dengan menyisir area pencarian sejauh ±15 Nautical Mile (NM) dengan heading 383° arah Barat Laut dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK). Namun, hasil pencarian masih nihil.
Pada pukul 18.00 WIT, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ambon menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) tiba di Desa Haria untuk kemudian bermalam dan melanjutkan operasi keesokan harinya.
Rencana Ops SAR hari keempat (H.4) akan dilanjutkan pada Senin (12/4/2026) pukul 07.00 WIT dengan fokus pencarian pada koordinat berikut:
A. 3°38’27” S – 128°34’9” E
B. 3°29’43” S – 128°34’9” E
C. 3°29’43” S – 128°44’39” E
D. 3°38’27” S – 128°44’39” E
Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat yakni Rescuer Kansar Ambon, Polsek Saparua, Camat Saparua, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Sementara itu, alat utama yang digunakan dalam pencarian meliputi 1 unit RBB Kansar Ambon, 5 unit long boat nelayan, serta 3 unit speed boat milik masyarakat, ditambah peralatan SAR pendukung lainnya.
Adapun kendala utama dalam pencarian yakni kondisi cuaca hujan ringan, disertai angin Barat Laut–Utara dengan kecepatan 4–20 knots. Tinggi gelombang di lokasi pencarian terpantau relatif tenang, berkisar 0,1–0,5 meter.










