SNI.ID, AMBON – Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud, SE, ME, mendorong pengembangan ekonomi oranye sebagai strategi baru untuk memperkuat pembangunan daerah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Rudy Mas’ud saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang berlangsung di Kota Ambon, Rabu (3/6/2026).
Menurut Rudy, kunjungannya ke Maluku menjadi yang pertama sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang juga menjabat sebagai Sekretaris APPSI.
“Hari ini kami melaksanakan kunjungan pertama di Provinsi Maluku. Kunjungan ini mendapat pendampingan langsung dari tuan rumah yang juga Sekretaris APPSI, Bapak Hendrik Lewerissa,” kata Rudy.
Rudy mengaku memiliki hubungan persahabatan yang cukup lama dengan Hendrik Lewerissa. Keduanya pernah sama-sama bertugas sebagai anggota DPR RI pada tahun 2019.
“Hari ini kami bertemu lagi dalam suasana yang sama, tetapi dengan peran yang berbeda. Beliau memimpin Maluku dan saya bertugas di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dalam FGD APPSI tersebut, para kepala daerah membahas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah provinsi, termasuk dampak kebijakan efisiensi anggaran dan pemangkasan fiskal.
Meski demikian, Rudy menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menghambat daerah untuk terus berinovasi dan menghadirkan terobosan pembangunan.
“Banyak persoalan yang sangat kompleks dihadapi kepala daerah, terutama berkaitan dengan pemangkasan fiskal. Namun hal itu tidak menghentikan langkah kita untuk terus membuat terobosan dan gagasan baru,” katanya.
Salah satu gagasan yang kini didorong APPSI adalah pengembangan ekonomi oranye yang memadukan sektor pertanian, kemaritiman, dan ekonomi kreatif.
Menurut Rudy, konsep tersebut melengkapi pendekatan ekonomi hijau dan ekonomi biru yang selama ini telah dikenal dalam pembangunan daerah.
Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar dan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru apabila dikelola secara optimal.
“Dari Maluku kami ingin menyampaikan pesan bahwa budaya Indonesia yang kaya, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, harus mampu menjadi kekuatan yang mengangkat daerah-daerah di Indonesia ke panggung dunia,” ujarnya.
Rudy mengatakan ekonomi oranye menjadi salah satu program strategis APPSI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya daerah.
Melalui konsep tersebut, panggung-panggung budaya di berbagai daerah diharapkan dapat berkembang menjadi panggung dunia yang memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap FGD APPSI di Ambon menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang nantinya disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Hasil diskusi ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk pemerintah pusat agar kebijakan yang diambil semakin berpihak kepada daerah,” pungkasnya.










