SNI.ID, AMBON : Raja Negeri Liang, Taslim Samual, menegaskan komitmen pemerintah negeri bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.
Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Negeri Liang akan menggelar Bazar Murah yang diprioritaskan bagi warga umat Kristen sebagai bentuk dukungan menghadapi kebutuhan menjelang perayaan Natal.
Menurut Taslim Samual, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah negeri terhadap dinamika kebutuhan masyarakat, terutama dalam periode perayaan keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan harga barang kebutuhan pokok.
“Bazar ini kita dorong terlebih dahulu untuk saudara-saudara Kristen menjelang Natal. Setelah itu, kegiatan serupa juga akan dilanjutkan di komunitas Islam,” ujar Taslim kepada wartawan di Hotel Santika Ambon, Minggu (23/11/25).
Tidak hanya fokus pada dukungan ekonomi, Taslim menegaskan bahwa solidaritas antarumat beragama juga menjadi pilar penting dalam menjaga kerukunan di kawasan Jazirah.
Ia menyampaikan bahwa pada hari pelaksanaan ibadah Natal, warga Muslim akan ikut membantu membackup pengamanan gereja, terutama untuk memastikan ibadah berjalan lancar dan masyarakat dapat merayakan Natal dengan tenang.
“Ini bagian dari cipta kondisi aman. Kita tahu posisi wilayah Liang, Tulehu, Waai, Tengah-Tengah, Tial, dan Suli merupakan pintu gerbang masuk, sehingga keamanan harus terus dijaga,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa wilayah tersebut merupakan jalur strategis dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, sehingga potensi kerawanan perlu diantisipasi sejak dini melalui koordinasi lintas komunitas.
Raja Liang turut menekankan pentingnya membedakan antara rasa aman dan nyaman.
Menurutnya, kedua hal tersebut harus berjalan beriringan untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat.
“Aman dan nyaman itu beda. Aman belum tentu nyaman. Tapi kita berupaya agar keduanya tercipta menjelang Natal hingga Tahun Baru,” tambahnya.
Ia berharap langkah-langkah yang ditempuh pemerintah negeri bersama tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen warga dapat memperkuat situasi Kamtibmas dan memastikan perayaan hari-hari besar keagamaan berjalan dalam suasana harmonis, penuh toleransi, dan saling menghargai.
“Intinya, kita jaga sama-sama. Negeri ini kuat karena kebersamaan,” tutup Raja Liang.










