SNI.ID, AMBON : Raja Negeri Wakasihu, Ahmad Polanun, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung program pemerintah pusat terkait pengembangan Koperasi Merah Putih. Meski begitu, Wakasihu masih menunggu arahan lebih lanjut dari Masohi, mengingat dari lima negeri di Leihitu Barat belum ada satu pun yang menetapkan lokasi maupun lahan untuk koperasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kepengurusan Koperasi Merah Putih di Wakasihu sebenarnya sudah dibentuk dan telah memiliki ketua. Namun proses penetapan lahan masih terkendala karena pemerintah negeri tidak memiliki tanah negara.
“Lahan yang ada hanya lahan masyarakat, sehingga kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” jelas Polanun kepada wartawan, di Hotel Santika Ambon, Minggu (23/11/25).
Sementara itu, Menurut Polanun, BUMDes Wakasihu disebut telah berjalan baik dan memasuki triwulan III tanpa kendala. Respons masyarakat terhadap rencana pembentukan Koperasi Merah Putih juga dinilai positif karena masing-masing memiliki peran berbeda dalam pemberdayaan ekonomi warga.
Raja Polanun juga memastikan penanganan ADD dan DD berjalan lancar. Tahun ini, seluruh pekerjaan fisik Dana Desa hampir rampung, tersisa satu kegiatan yang ditargetkan dapat dieksekusi dalam satu hingga dua pekan ke depan. Penyaluran DD dilakukan berdasarkan pembagian soa A, B, dan C, meski salah satu soa sempat mengalami keterlambatan karena tenaga kerja digunakan untuk kegiatan lain.
Dengan total DD sebesar Rp1,2 miliar, Polanun menegaskan bahwa pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab dengan pengawasan ketat Saniri Negeri.
“Kami selalu membangun komunikasi dan koordinasi, karena Saniri adalah mitra kerja sekaligus pengawas di negeri,” tutupnya.










