SNI.ID, AMBON : Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA) mendukung penuh langkah konkrit BPJN Maluku melalui Kepala BPJN Maluku Yana Astuti, Kasatker PJN 1 Maluku Abdul Hamid Payapo dan PPK 1.1 Peggy Hehanussa melalui kolaborasi baik dengan pemerintah daerah Maluku dan Pemerintah Kota Ambon saat kunker Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roi Rizali Anwar saat berkunjung ke Kota Ambon, Minggu (23/11/2025) lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Bina Marga Roi Rizal Anwar memberikan apresiasi kepada BPJN Maluku yang dinilai konkret, terukur, dan menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan Ambon dan beberapa kabupaten di Maluku.
Salah satu program yang puji dalam kunjungan ini adalah beautifikasi Jembatan Merah Putih (JMP) dan Underpass Jenderal Sudirman, yang kini mulai menjadi ikon baru Kota Ambon.
Pembangunan elemen estetika itu tak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Di Desa Galala, misalnya, hadirnya UMKM di sekitar kawasan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan talud dan penataan ruang oleh PPK 1.1 Peggy Hehanussa telah membuka peluang munculnya kawasan ekonomi baru.
Selain itu, BPJN Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon tengah mengusulkan penataan jalan Jenderal Sudirman untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan strategis tersebut. Penataan ulang ruas itu dianggap penting mengingat mobilitas warga terus meningkat, dan jalan tersebut menjadi salah satu jalur utama di Kota Ambon.
Dukungan lain yang mendapat perhatian adalah usulan penanganan ruas jalan dari Pelabuhan Ambon menuju Tantui sebagai jalur khusus kendaraan berat dan kontainer. Kebijakan ini dinilai akan meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mengurangi titik-titik kemacetan di Kota Ambon.
BPJN Maluku juga memastikan dukungan terhadap penanganan jalan Hutumuri melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah 2025–2026 Multi Years Contract (MYC). Upaya ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jalan tersebut sebagai jalur penghubung utama di wilayah selatan Kota Ambon.
Sementara itu, di tingkat provinsi, BPJN Maluku mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tenggara. Program ini dinilai memiliki dampak jangka panjang bagi peningkatan konektivitas dan potensi ekonomi lintas daerah.
Program pembangunan jangka menengah yang juga masuk dalam rencana BPJN Maluku adalah pembangunan jembatan di Pulau Ambalau dan Pulau Buru, yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2026.
Tak hanya itu, BPJN Maluku juga mengusulkan peningkatan jalan Mako–Kayeli–Ilath di Pulau Buru, yang selama ini menjadi salah satu jalur utama bagi masyarakat lokal. Perbaikan dan pembangunan ruas jalan tersebut diyakini akan memperkuat mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah sejumlah program strategis ini, PAMA juga menghimbau masyarakat Ambon untuk turut berperan dalam menjaga fasilitas publik, khususnya Jembatan Merah Putih dan Underpass Jenderal Sudirman, yang menjadi simbol baru pembangunan di Ambon.
PAMA menegaskan pentingnya menjaga kebersihan serta menghindari aksi vandalisme seperti mencoret-coret dinding fasilitas umum.
Untuk menekan potensi kriminalitas, BPJN Maluku juga telah memasang kamera CCTV di sejumlah titik strategis JMP dan Underpass. Langkah ini dilakukan agar ruang publik tetap aman, nyaman, dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
PAMA berharap kolaborasi antara BPJN Maluku, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar percepatan pembangunan berjalan konsisten, merata, dan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Maluku.
Menurut PAMA, generasi muda juga memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan pembangunan melalui pengawasan, partisipasi, dan edukasi kepada masyarakat.










