SNI.ID, AMBON : Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA) angkat bicara menyikapi berbagai tuduhan yang diarahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Azis Tomia.
Wakil Ketua Umum PAMA, Moh. Ridwan, menegaskan bahwa pihaknya dengan tegas membantah pernyataan sejumlah pihak yang menyebut Asis Tomia terlibat dalam dugaan korupsi dana penanganan COVID-19.
Ridwan mengatakan, tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak didukung oleh data maupun fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Narasi yang berkembang di ruang publik bahkan dinilai menyesatkan dan berpotensi mencederai prinsip keadilan serta objektivitas dalam menilai kinerja aparatur sipil negara.
“Isu yang diarahkan kepada Azis Tomia mengandung unsur fitnah dan mengarah pada upaya pembunuhan karakter. Ini tentu tidak sehat bagi iklim birokrasi dan demokrasi,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Senin (22/12/25).
Menurut PAMA, Asis Tomia merupakan sosok birokrat profesional yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi. Dengan pengalaman panjang sebagai birokrat senior di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buru, Azis Tomia dinilai memiliki rekam jejak pengabdian yang jelas serta konsisten dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.
Ridwan menambahkan, penunjukan Asis Tomia sebagai Plt Sekda Kabupaten Buru merupakan keputusan yang tepat dan rasional. Penunjukan tersebut dinilai didasarkan pada pengalaman, kapasitas, serta kemampuan manajerial yang mumpuni dalam mendukung jalannya roda pemerintahan daerah.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Asis Tomia disebut mampu mengelola administrasi pemerintahan secara profesional, sekaligus membantu tugas Bupati dan Wakil Bupati Buru dalam mengimplementasikan berbagai program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah.
PAMA juga menegaskan bahwa kritik dan pengawasan terhadap pejabat publik merupakan bagian penting dari demokrasi, namun harus dilakukan secara bertanggung jawab, berlandaskan fakta, serta menjunjung tinggi etika. Penyebaran isu tanpa dasar justru berpotensi merusak kepercayaan publik dan melemahkan semangat pengabdian aparatur negara.
“Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersikap bijak, objektif, dan mengedepankan kebenaran dalam menyikapi setiap informasi yang beredar,” pungkas Ridwan.










