Musrenbang Negeri Mahu Bahas RKP 2026, Pengembangan Wisata Jadi Salah Satu Prioritas

SNI.ID, SAPARUA TIMUR – Pemerintah Negeri Administratif Mahu, Kecamatan Saparua Timur, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Negeri.

Musrenbang tersebut menjadi forum untuk membahas berbagai program pembangunan yang akan diprioritaskan dan nantinya menjadi dasar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negeri (APB Negeri) tahun 2026.

Kepala Pemerintahan Negeri Mahu, Christina M. Lawalata, mengatakan kegiatan tersebut membahas sejumlah rencana yang sebelumnya telah disusun dan kemudian diprioritaskan melalui diskusi bersama.

“Agenda hari ini adalah pembahasan Rancangan RKP Negeri. Peserta lebih memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan dalam RKP melalui proses diskusi dan pembahasan bersama dalam pleno,” kata Christina, kepada media ini diruang kerjanya, Selasa (6/10/26).

Ia menjelaskan, hasil pembahasan RKP nantinya akan menjadi acuan Pemerintah Negeri Administratif Mahu dalam menyusun APB Negeri 2026. Penyusunan anggaran tersebut akan disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia, baik yang bersumber dari Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa.

“Tidak semua program yang telah direncanakan dapat langsung direalisasikan karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” Jelasnya.

Namun, ia berharap program-program yang telah dituangkan dalam Rancangan RKP dapat direalisasikan karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan dan dituangkan dalam Rancangan RKP ini dapat dijabarkan dalam APB Negeri, karena memang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat,” Harapnya.

Fokus Kembangkan Potensi Wisata

Christina menjelaskan perencanaan pembangunan Negeri Adm Mahu juga diarahkan untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki negeri. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pariwisata, khususnya pengembangan wisata pantai.

“Yang sekarang sementara dikembangkan yakni pengembangan wisata pantai. Ada kelanjutan pekerjaan jembatan mangrove, tetapi juga pelestarian dan pengembangan wisata lainnya,” Jelasnya.

Baca Juga:  Capai Zona Kuning, Pemkab Aru Sabet 3 Piagam Penghargaan

Ia mengungkapkan program yang telah dirancang dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Pemerintah Negeri Adm Mahu sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Puji Tuhan, kegiatan ini boleh berjalan dengan baik,” Ungkapnya.

Dibuka Perwakilan Kecamatan Saparua Timur

Kegiatan Musrenbang pembahasan RKP Negeri Adm Mahu tersebut dibuka secara langsung oleh perwakilan Kecamatan Saparua Timur.

Frits Yoseph selaku Kepala Seksi Pemerintahan turut memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Christina juga menyampaikan, pihak kecamatan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Negeri Adm Mahu karena menjadi negeri pertama yang melaksanakan musyawarah pembahasan RKP.

“Beliau juga memberikan apresiasi karena memang Negeri Adm Mahu menjadi negeri yang pertama yang boleh melaksanakan musyawarah pembahasan RKP,” Tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Negeri Mahu juga didampingi Man Tualepe selaku pendamping kecamatan.

Pendampingan diberikan terutama dalam proses administrasi dan kelengkapan dokumen untuk mendukung pelaksanaan Musrenbang pembahasan RKP.

Kegiatan ini diikuti perwakilan Kecamatan Saparua Timur, pendamping kecamatan, staf Pemerintahan Negeri Administratif Mahu, serta tamu undangan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *