SNI.ID, AMBON — PT Bank Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong digitalisasi layanan pemerintah daerah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65. Berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat menjadi fokus perayaan yang mengusung tema “Sinergi Basudara, Bakti untuk Negeri”.
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrizal Imbar, mengatakan peringatan HUT tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperluas kontribusi perusahaan bagi masyarakat di Maluku dan Maluku Utara.
Menurut Syahrizal, tema tersebut mengandung makna persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling membantu yang tercermin dalam ungkapan lokal Basudara.
“Melalui tema ini, kami ingin menegaskan bahwa kontribusi nyata untuk negeri dapat diwujudkan melalui kerja sama dan kepedulian terhadap sesama,” kata Syahrizal kepada wartawan, Senin (26/10/26).
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT telah berlangsung selama beberapa minggu dengan mengutamakan aksi sosial. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekeringan dan kenaikan inflasi.
Bank Maluku Malut juga memberikan dukungan kepada pelaku UMKM melalui kebijakan penurunan suku bunga kredit sebesar 2–3 persen. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis dan memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, perusahaan menyalurkan bantuan sembako melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), serta melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM di kantor pusat dan seluruh kantor cabang.
Syahrizal menegaskan, seluruh rangkaian perayaan dirancang secara sederhana dengan mengutamakan manfaat bagi masyarakat. Perusahaan juga menghadirkan musik tradisional sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian budaya daerah.
Perkuat Sinergi dengan Media
Syahrizal turut menyampaikan apresiasi kepada insan media yang dinilainya sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai program, kegiatan, dan perkembangan perusahaan kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan media diperlukan agar kontribusi Bank Maluku Malut dapat diketahui publik secara lebih luas.
Ia juga mengapresiasi ucapan selamat dari Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, serta sejumlah kepala daerah dan pihak lainnya dalam momentum HUT ke-65.
Dukungan tersebut, menurut Syahrizal, menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan memperluas pengenalan Bank Maluku Malut kepada masyarakat.
Dari sisi kinerja, Syahrizal menyampaikan bahwa laba perusahaan terus mengalami peningkatan secara tahunan atau year-on-year.
Dengan perkembangan tersebut, manajemen berharap kinerja positif sepanjang 2026 dapat mendukung peningkatan pembagian dividen kepada seluruh pemegang saham pada 2027.
“Kami berharap dengan kinerja tahun 2026 yang baik, pembagian dividen kepada seluruh pemegang saham dapat meningkat pada tahun 2027,” ujarnya.
Meski demikian, Syahrizal belum merinci besaran laba maupun proyeksi peningkatan dividen yang diharapkan.
Selain memperkuat pemberdayaan UMKM, Bank Maluku Malut menyatakan kesiapan untuk mendukung pemerintah daerah melalui fasilitas pembiayaan dan pengembangan layanan digital.
Syahrizal mengatakan, perusahaan terbuka untuk memberikan fasilitas pinjaman daerah bagi pemerintah daerah yang membutuhkan dukungan pembiayaan anggaran, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Bank Maluku Malut juga siap membantu optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui penyediaan perangkat pembayaran digital, seperti Electronic Data Capture (EDC), M-Pos, dan perangkat lainnya sesuai kebutuhan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi serta memperkuat transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Syahrizal menegaskan, Bank Maluku Malut akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, media, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan di Maluku dan Maluku Utara.









