KM Sarana Perkasa Alami Kebakaran di Laut Banda, Tim SAR Evakuasi Semua ABK Selamat

  • Whatsapp

SNI.ID, AMBON : Kapal kayu KM Sarana Perkasa dilaporkan mengalami kebakaran di perairan Pulau Gunung Api Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (16/10) pagi. Kapal yang mengangkut sekitar 35.000 ton minyak tanah itu terbakar setelah sebelumnya kandas dan mengalami kebocoran di tengah perjalanan dari Kota Masohi menuju Banda Neira.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ambon, Andry Azwan Henaulu, S.Kom, dalam keterangan tertulis di Ambon, Kamis, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WIT.

“Saat kapal mulai kandas, para ABK mencoba memindahkan BBM ke kapal nelayan menggunakan mesin alkom. Namun, selang mesin terputus sehingga menimbulkan percikan api dan memicu kebakaran,” katanya.

Kejadian itu berawal pukul 09.40 WIT ketika KM Sarana Perkasa kandas di perairan Pulau Gunung Api Banda Neira. Kapal dengan delapan awak tersebut kemudian mengalami kebocoran. Upaya pemindahan bahan bakar dilakukan, namun percikan api dari mesin menyebabkan kapal terbakar hebat.

Mengetahui peristiwa tersebut, Tim SAR Gabungan segera dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Banda menuju lokasi koordinat 4°30’6.38″S – 129°53’22.00″E, sekitar 1,57 mil laut arah barat laut dari Pos SAR Banda. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 10.55 WIT dan berhasil mengevakuasi seluruh awak kapal dalam keadaan selamat ke Pulau Banda Neira dan Pulau Hatta.

Data awak kapal yang berhasil diselamatkan antara lain La Samu (60), La Minggu (70), Saidin (25), Hariandi (46), Haji Usman (61), Hendrik (45), Aher (60), dan satu orang lainnya yang belum teridentifikasi.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya empat personel Pos SAR Banda, satu anggota Polairud Banda, tiga anggota Polsek Banda, satu personel AL Banda, serta satu anggota Koramil Banda. Sejumlah armada juga dikerahkan, meliputi satu unit RIB Pos SAR Banda, satu speed boat, dan empat long boat milik masyarakat.

Baca Juga:  Program Mutiara Pattimura, Kodam Bantu Pembangunan Masjid At-Taqwa di Larike

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin timur–tenggara 5–10 knot dan tinggi gelombang 0,1–0,5 meter.

Dengan berhasilnya evakuasi seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke kesatuannya masing-masing. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *