SNI.ID, AMBON : Sejumlah pemuda dari Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menggelar aksi protes terhadap kondisi ruas Jalan Sultan Hassuddin yang kerap tergenang air dan menimbulkan bau menyengat, Kamis (29/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga atas buruknya penanganan infrastruktur jalan di kawasan pusat kota.
Ruas Jalan Sultan Hassuddin yang berseberangan langsung dengan Jalan Jenderal Sudirman itu merupakan salah satu jalur penting yang setiap hari dilalui masyarakat. Namun, kondisi jalan yang tergenang air dinilai telah berlangsung lama dan belum mendapatkan penanganan serius, khususnya terkait sistem drainase.
Dalam aksinya, massa aksi sempat menutup setengah badan jalan sehingga arus lalu lintas terganggu. Para pemuda juga menanam pohon pisang di tengah ruas jalan sebagai simbol protes atas minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Wakil Ketua Umum Perkumpulan Anak Muda Ambon (PAMA), M. Ridwan, mengatakan genangan air yang terjadi bukan hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Setiap hari jalan ini tergenang, baunya menyengat dan sangat mengganggu. Ini menunjukkan sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik dan dibiarkan terlalu lama,” kata Ridwan kepada media, Jumat (30/1/26).
Ridwan menjelaskan, selama ini ruas Jalan Sultan Hassuddin kerap dianggap sebagai jalan nasional sehingga penanganannya dinilai menjadi kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku. Namun, menurutnya, status jalan tersebut bukan jalan nasional.
“Perlu kami luruskan bahwa Jalan Sultan Hassuddin bukan jalan nasional. Karena itu, pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Provinsi Maluku, harus mengambil peran dan bertanggung jawab terhadap perbaikannya,” ujarnya.
PAMA, lanjut Ridwan, mendorong agar aspirasi masyarakat tersebut tidak hanya berhenti pada aksi protes, tetapi segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret berupa perbaikan saluran drainase dan penataan ulang infrastruktur jalan.
“Kami berharap pemerintah segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi yang ada, dan mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” katanya.










