Camat Saparua Tinjau Lansia di Negeri Haria, Fransina Tamaela Dirujuk ke RSU

  • Whatsapp

SNI.ID, SAPARUA : Camat Saparua Winny Prajawati Salamor, S.STP, M.Si, bersama Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) Haria, tim Dinas Kesehatan dari Puskesmas Haria–Porto, serta perwakilan Dinas Sosial, melakukan kunjungan langsung ke kediaman Fransina Tamaela, seorang lanjut usia di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas pemberitaan media dan hasil penelusuran lapangan terkait kondisi Fransina Tamaela yang tinggal bersama dua orang anak berkebutuhan khusus serta tiga orang cucunya di rumah yang tidak layak huni.

Di lokasi, Camat Saparua mengatakan pemerintah kecamatan baru mengetahui kondisi tersebut setelah adanya pemberitaan. Oleh karena itu, pihaknya turun langsung untuk memastikan kondisi warga sekaligus mengambil langkah penanganan awal.

“Hari ini kami turun langsung untuk melihat kondisi ibu Fransina. Beliau hidup bersama dua anak dengan keterbelakangan mental dan tiga cucunya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujar Winny Salamor.

Dalam kunjungan tersebut, tim kesehatan dari Puskesmas Porto–Haria melakukan pemeriksaan medis terhadap Fransina Tamaela. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui kadar hemoglobin (Hb) Fransina berada pada angka 3, disertai gangguan asam urat, kolesterol, dan tekanan darah.

“Atas pertimbangan medis, pemerintah kecamatan memutuskan untuk merujuk ibu Fransina ke Rumah Sakit Umum (RSU) Saparua guna mendapatkan perawatan intensif,” kata Winny.

Selain penanganan kesehatan, Camat Saparua juga menjelaskan bahwa sejak tahun 2022 pemerintah telah mengupayakan bantuan rumah layak huni bagi Fransina Tamaela. Namun, proses tersebut terkendala oleh status kepemilikan lahan.

“Kendala lahan baru dapat diselesaikan pada 29 Januari 2025, setelah Pemerintah Negeri Haria menghibahkan tanah seluas 10 x 12 meter persegi kepada ibu Fransina. Dengan adanya hibah tersebut, pengusulan bantuan rumah layak huni kini dapat dilanjutkan,” ujarnya.

Baca Juga:  10 Partai Lapor Bupati, Ketua Bappilu Golkar Malra Minta Ketua OKK Tarik Diri Dari Koalisi

Sebagai bentuk kepedulian awal, pemerintah kecamatan juga menyalurkan bantuan berupa beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Fransina dan keluarganya.

Winny menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta instansi terkait guna memastikan penanganan berkelanjutan terhadap warga rentan di Kecamatan Saparua.

Ia juga meminta pemerintah negeri agar lebih aktif melaporkan kondisi warga yang tinggal di wilayah terpencil.

“Ke depan, kami berharap pemerintah negeri lebih fokus mendata dan melaporkan kondisi warga yang berada jauh dari pusat pemukiman agar tidak luput dari perhatian,” katanya.

Sementara itu, Dokter Lisa Pakel dari Puskesmas Porto–Haria menjelaskan, saat tim medis tiba di rumah Fransina, kondisi pasien tampak lemah dan pucat. Pemeriksaan awal menunjukkan kadar Hb yang sangat rendah sehingga pasien harus segera mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit.

“Puskesmas telah memberikan penanganan awal berupa obat-obatan sebagai tindakan sementara. Setelah pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan kembali ke rumah, kami akan melakukan tindak lanjut secara berkala,” ujar dr. Lisa.

Ia menambahkan, mengingat kondisi Fransina yang tidak memungkinkan untuk mengakses layanan kesehatan secara mandiri, Puskesmas berencana melakukan kunjungan rumah secara rutin. Pemantauan kesehatan selanjutnya akan dilakukan melalui pelayanan Posyandu Lansia yang dijadwalkan setiap bulan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *