OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat Gerakan Pramuka

SNI.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda melalui program edukasi yang menyasar anggota Gerakan Pramuka dalam Jambore Nasional XI Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur (Buperta Cibubur), Jakarta.

Program tersebut merupakan bagian dari Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026. OJK bersama sejumlah lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan mendorong generasi muda membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Menurut Dicky, generasi muda harus mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh tren maupun gaya hidup konsumtif.

“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan, Selasa (18/8/2026).

Ia mengatakan perilaku keuangan positif dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Menabung Sejak Dini

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan kebiasaan finansial perlu dibangun sejak usia dini.

Menurutnya, kebiasaan menabung tidak hanya penting bagi individu, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.

“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.

Ia menilai menabung tidak semata-mata merupakan aktivitas finansial, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan perilaku keuangan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipulhayat mengatakan literasi keuangan menjadi salah satu fondasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Baca Juga:  Kapolres Tual pimpin Apel gabungan Personel Polres dan Brimob Tual

Menurut Atip, pendidikan keuangan tidak hanya mengajarkan anak menghitung uang, tetapi juga membentuk kemampuan mengendalikan diri dan menahan keinginan konsumtif.

“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif,” kata Atip.

Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo mengatakan kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejalan dengan nilai-nilai Gerakan Pramuka.

Ia mengaitkannya dengan Dasa Dharma Pramuka ketujuh yang menekankan pentingnya menjadi pribadi yang hemat, cermat, dan bersahaja.

“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.

Diikuti 3.500 Anggota Pramuka

Kegiatan LIKE IT 2026 diselenggarakan secara hybrid dan diikuti sekitar 3.500 anggota Pramuka Penggalang.

Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menabung, mengelola uang secara bijak, serta mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak usia muda.

OJK, Kemendikdasmen, dan Kwarnas Gerakan Pramuka berkolaborasi melalui program Leaders Insight untuk mencetak generasi muda yang memiliki kecakapan finansial.

Anggota Pramuka diharapkan dapat menjadi agen perubahan sekaligus duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing.

Rangkaian edukasi keuangan dalam Jambore Nasional XI Tahun 2026 berlangsung pada 15-16 Agustus dan 18-20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur.

Kegiatan tersebut ditujukan bagi anggota Pramuka tingkat Penggalang berusia 11 hingga 15 tahun.

Peserta mendapatkan edukasi mengenai budaya menabung, pengelolaan keuangan, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, serta peran OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan LPS dalam ekosistem sektor keuangan.

Tenda Kampung Finansial Dikunjungi 7.500 Peserta

Selain Leaders Insight, OJK menghadirkan Tenda Kampung Finansial yang menjadi ruang edukasi keuangan bagi peserta Jambore.

Edukasi dikemas melalui berbagai kegiatan interaktif, mulai dari talkshow, permainan, kuis edukatif, hingga booth edukasi keuangan.

Baca Juga:  Ketua KNPI KKT: Orang Tanimbar Tidak Butuh Pujian, Tapi Butuh Hak Atas PI 10% Blok Masela

Hingga rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka dan peserta Jambore Nasional tercatat mengunjungi area edukasi tersebut.

OJK juga menggelar program “Pramuka Goes to Office ke Kantor OJK” pada 18-20 Agustus 2026.

Peserta terpilih berkesempatan mengunjungi Kantor Pusat OJK dan memperoleh edukasi mengenai peran OJK sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan.

Melalui rangkaian program tersebut, OJK berharap generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang aktif, produktif, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi juga memiliki kecakapan mengelola keuangan.

Budaya menabung serta kemampuan memilih dan menggunakan produk jasa keuangan secara tepat diharapkan dapat menjadi bekal generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *