SNI.ID, AMBON – Ketua Pembina Al-Hidayah Maluku, Anna Latuconsina, berharap rapat kerja daerah (Rakerda) menjadi momentum untuk menyatukan program kerja Al-Hidayah di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
Menurut Anna, konsolidasi program dan penguatan kapasitas kader menjadi hal penting agar pelaksanaan program organisasi selama dua tahun ke depan lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui rapat kerja daerah hari ini, kami berharap dapat menyamakan program kerja Al-Hidayah di seluruh kabupaten dan kota di Maluku, sehingga program yang dijalankan dalam dua tahun ke depan lebih terarah. Tentunya, hal ini harus didukung dengan peningkatan kapasitas kader agar mampu melaksanakan program-program tersebut secara optimal,” kata Anna kepada wartawan, di Ballroom Grand Avira, Selasa (27/10/26).
Ia menjelaskan, dalam rapat kerja tersebut, para kader menyusun berbagai program yang akan dilaksanakan selama dua tahun mendatang.
Karena itu, tema konsolidasi program dan kader dinilai relevan, terutama dalam mempersiapkan peran organisasi menyambut Indonesia Emas 2045.
Anna mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah saat ini telah mencanangkan berbagai program yang berkaitan dengan penguatan ketahanan perempuan dan keluarga.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang bagi Al-Hidayah untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui program pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga.
“Kami melihat hal ini sebagai peluang bagi Al-Hidayah untuk turut berkontribusi dalam pembangunan Maluku, khususnya melalui penguatan ketahanan perempuan dan keluarga, serta membangun sinergi dengan program-program pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap, program kerja yang dirumuskan melalui Rakerda dapat memperkuat peran perempuan di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan para kader dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Selain itu, sinergi dengan pemerintah diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Maluku.
“Kami berharap Al-Hidayah dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk memperkuat peran perempuan, meningkatkan kapasitas kader, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Maluku,” tutup Anna.









