SNI.ID, SAPARUA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, tetap menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat meskipun menghadapi keterbatasan anggaran sepanjang 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan TP-PKK Kecamatan Saparua oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Maluku Tengah, Ny. Asnawiyah Sahubawa, beserta jajaran pengurus, Senin (26/10/2026).
Dalam kesempatan itu, perwakilan TP-PKK Kecamatan Saparua menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan. Kehadiran pengurus tingkat kabupaten dinilai menjadi motivasi untuk meningkatkan peran PKK dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
“Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat kami untuk terus melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan tersebut.
Sepanjang 2026, TP-PKK Kecamatan Saparua telah melaksanakan sejumlah kegiatan, terutama di bidang kesehatan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Di bidang kesehatan, TP-PKK Kecamatan Saparua bekerja sama dengan Puskesmas Saparua menggelar pengobatan gratis bagi masyarakat. Selain itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan RSUD Saparua untuk membantu penerbitan kartu sehat bagi warga kurang mampu agar dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Dalam bidang perlindungan perempuan dan anak, TP-PKK Kecamatan Saparua turut terlibat dalam Tim SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak), yang sebelumnya dikenal sebagai P2TP2A.
Melalui kolaborasi dengan LSM Walang Perempuan, TP-PKK juga ikut mengawal sejumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Penanganan kasus tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait. Sejumlah kasus bahkan telah berlanjut ke persidangan, sementara beberapa lainnya telah memperoleh putusan pengadilan.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen TP-PKK untuk membantu melindungi hak-hak perempuan dan anak serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman di Kecamatan Saparua.
Selain itu, TP-PKK Kecamatan Saparua bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan pihak terkait turut melakukan langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap.
Kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dinilai semakin meningkat. Meski aktivitas pembukaan lahan untuk berkebun masih dilakukan pada bulan-bulan tertentu, tidak terdapat laporan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Saparua selama periode yang dilaporkan.
Namun, masyarakat masih menghadapi dampak asap kiriman dari wilayah lain. Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan, TP-PKK bersama dinas terkait membagikan masker kepada masyarakat di kawasan Pasar Saparua.
Upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat pun diharapkan terus ditingkatkan guna meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.
Meski berbagai kegiatan telah dilaksanakan, TP-PKK Kecamatan Saparua mengakui masih terdapat keterbatasan dalam menjalankan program secara maksimal akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Karena itu, pihaknya berharap pada 2027 terdapat dukungan dan kesempatan lebih besar untuk melaksanakan berbagai program bersama, baik di tingkat kecamatan maupun desa/negeri.
TP-PKK Kecamatan Saparua juga mendorong seluruh kader agar tetap aktif, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan, kerja sama, dan komitmen yang kuat, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi kita untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut.
Ke depan, TP-PKK Kecamatan Saparua berharap dapat terus memperkuat peran sebagai wadah pemberdayaan keluarga, peningkatan kesehatan masyarakat, serta perlindungan perempuan dan anak demi mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.









