SNI.ID, AMBON – Majelis Latupati Kota Ambon memutuskan meninggalkan (walk out) forum Dialog Kebangsaan Bacarita Kota Ambon “For Ambon Pung Bae” yang diselenggarakan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di Hotel Santika Ambon, Selasa, 11 Agustus 2026.
Keputusan itu diambil setelah Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella, yang menurut pihak Majelis sebelumnya diminta menjadi narasumber, tidak mendapat kesempatan menyampaikan materi dalam forum tersebut.
Kepala Kesekretariatan Majelis Latupati Kota Ambon, Steve Palyama, mengatakan pihaknya menilai tindakan panitia mencederai martabat masyarakat adat yang diwakili Majelis Latupati.
“Ketua Majelis Latupati sejak awal diminta menjadi pemateri, tetapi pada pelaksanaannya tidak diberikan kesempatan berbicara. Karena itu kami memilih meninggalkan forum,” kata Palyama dalam keterangannya.
Menurut dia, forum yang membahas dinamika sosial masyarakat Kota Ambon semestinya memberi ruang kepada representasi masyarakat adat untuk menyampaikan kondisi dan persoalan yang berkembang di lapangan.
Palyama menyebut Kota Ambon didominasi masyarakat hukum adat yang tersebar di 22 negeri adat dan delapan desa administratif. Karena itu, kata dia, pelibatan unsur masyarakat adat dalam dialog kebangsaan menjadi penting.
Majelis Latupati berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara kegiatan agar pelibatan masyarakat adat dalam forum-forum publik dilakukan secara proporsional.
Hingga berita ini ditulis, panitia penyelenggara maupun Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease belum memberikan tanggapan atas pernyataan Majelis Latupati. Tempo masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak penyelenggara untuk mendapatkan penjelasan mengenai peristiwa tersebut.









